LenteraKepri.com, Batam – Sukses dengan Dragon Head Championship pada Oktober 2024 lalu, event kejuaraan tinju kembali akan digelar di kawasan Bengkong, Kota Batam. Yap, Kota Batam akan menjadi tuan rumah ajang tinju profesional internasional bertajuk “The Real Blood Match” yang digelar oleh World Boxing Council (WBC) Asia.
Rencananya, pertandingan ini akan dilangsungkan di Ballroom Restoran Golden Prawn 933, kawasan Golden City, Bengkong pada 18 Oktober 2025 mendatang. Event ini juga akan menjadi sejarah, karena pertama kalinya memperebutkan delapan sabuk juara sekaligus dalam satu rangkaian pertandingan.
Sebagai pertandingan utama, akan diperebutkan sabuk internasional WBC Asia Silver Super Batam Weight Champion. Sementara tujuh lainnya merupakan sabuk penghargaan tingkat nasional yakni, Sabuk Menteri ESDM, Sabuk Komite Tinju Indonesia (KTI), Sabuk Emas Komandan Filpan, Sabuk Wakil Gubernur Kepri, Sabuk Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabuk Pangko Gabwilhan, Sabuk Rizki Faisal, dan terakhir ialah Sabuk TNI AU.
Baca: Event Dragon Head Championship, 84 Petinju Bakal Berlaga di Infinity Club House Bengkong
Ajang ini diselenggarakan oleh Dragon Head bekerja sama dengan RS Boxing Johor Bahru. Presiden Direktur Dragon Head, Filpan, menyebut turnamen tersebut sebagai yang pertama di Indonesia dengan mempertaruhkan delapan sabuk dalam satu event.
“Pertandingan tinju dengan delapan sabuk sekaligus baru pertama kali digelar di Indonesia,” kata Filpan dalam konferensi pers di Bengkong.
Sebanyak 34 petinju profesional dari empat negara, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Singapura, akan tampil dalam 17 partai. Selain itu, tiga petinju amatir juga dijadwalkan ikut ambil bagian.
“Kejuaraan ini diikuti atlet dari empat negara, dengan partai utama memperebutkan sabuk WBC Asia Silver Super Batam Weight Champion,” ujar Filpan.
Tahun sebelumnya, Dragon Head sempat menggelar kejuaraan serupa pada 19 Oktober 2024, namun hanya melibatkan petinju amatir. “Kini kami naikkan levelnya ke pertandingan internasional profesional,” ujarnya.
Selain meningkatkan kualitas kompetisi, Filpan menegaskan bahwa tujuan lain dari turnamen ini adalah menemukan bibit muda tinju di Kepri dan Indonesia.
Baca: Penting! Jeka Saragih Berikan Tips Pada Peserta Dragon Head Championship
Konferensi pers itu juga dihadiri Presiden WBC Asia, Mr. Sims. Ia menilai Batam sebagai lokasi tepat karena letaknya dekat dengan negara-negara tetangga.
“Pemilihan Batam menarik karena posisinya strategis, berdekatan dengan Singapura dan Malaysia,” tutur Sims.
Salah satu wakil Indonesia dalam ajang ini adalah Nikhy Sergio Dura, petinju asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berkarier di Bali.
Nikhy mulai mengenal tinju sejak usia lima tahun, terinspirasi dari sang ayah yang juga penggemar olahraga tersebut. Ia kemudian berlatih di bawah bimbingan pelatih Anis Midmalin.
Saat berusia 12 tahun, tepatnya tahun 2015, Nikhy dipercaya mewakili Provinsi NTT dalam kejuaraan nasional kelas amatir dan sukses meraih medali emas serta predikat atlet favorit.
Prestasi itu berlanjut dengan raihan emas pada 2016, 2017, dan 2018 dari berbagai kejuaraan tingkat nasional dan provinsi.
Namun pada 2019, Nikhy hanya meraih perunggu akibat masalah kelebihan berat badan ketika bertanding di Palembang. Pandemi Covid-19 juga sempat menghentikan kariernya hingga 2022.
“Pada 2023 saya datang ke Bali dan mulai serius berlatih sebagai petinju profesional,” kata Nikhy.
Setahun berselang, ia kembali mengikuti sejumlah kompetisi, hingga pada 2025 dipercaya menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam ajang The Real Blood Match.
Baca: Perluas Area Layanan di Kepri, XLSMART Peduli Disabilitas dan Gerakan Donasi Kuota di Pulau Lingga
“Tahun ini saya mendapat kepercayaan dari Mr. Sims sebagai penasihat, yang bersedia mengorbitkan saya ke level internasional,” ujar Nikhy.
Acara konferensi pers turut dihadiri Wakil Ketua KTI, Josua, yang memberi dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kejuaraan ini.






