Atletik Nihil Medali, PB PASI Lakukan Evaluasi

oleh -
oleh

LenteraKepri.com, Batam – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan akan melakukan evaluasi total terhadap hasil yang dicapai tim atletik Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.

Langkah ini diambil guna membenahi struktur prestasi atletik nasional agar lebih kompetitif di level internasional.

Luhut menekankan bahwa prestasi di ajang sebesar Asian Games tidak dapat diraih secara instan. Menurutnya, persiapan yang hanya memakan waktu singkat tidak akan membuahkan hasil maksimal.

“Untuk Asian Games 2026, evaluasi kami memang tidak mungkin atlet itu hanya persiapan dua bulan untuk bisa berprestasi, tidak mungkin, jadi mesti long term (jangka panjang),” ujar Luhut saat diwawancarai di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

PB PASI kini tengah menyusun program pembinaan jangka panjang yang mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari kesiapan atlet, pola latihan, hingga optimalisasi pusat-pusat latihan. Luhut menjelaskan bahwa infrastruktur pendukung telah disiapkan di beberapa titik strategis untuk menunjang performa fisik atlet.

Saat ini, federasi telah memiliki pusat latihan di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, serta di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Kedua lokasi ini berada di ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut (mdpl), yang dinilai ideal untuk meningkatkan kapasitas aerobik dan ketahanan fisik atlet secara berkelanjutan.

Selain itu, PB PASI juga mengoptimalkan pusat latihan di Timika, Papua. Fasilitas di wilayah timur Indonesia ini secara khusus diarahkan untuk pengembangan nomor-nomor teknik seperti lempar lembing. Luhut menilai Papua memiliki potensi sumber daya atlet dengan kemampuan fisik yang sangat mendukung untuk nomor lempar.

Salah satu poin utama dalam evaluasi ini adalah percepatan regenerasi atlet, terutama di nomor lari. PB PASI menyadari pentingnya mencari penerus sprinter andalan Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, guna memastikan estafet prestasi tetap terjaga.

Terkait performa Zohri di Asian Games 2026, Luhut mengungkapkan bahwa kondisi fisik sang atlet memang menjadi perhatian khusus. Zohri diketahui baru saja menjalani prosedur operasi sebelum berlaga di Jepang, yang berdampak pada kesiapannya di lintasan.

“PB PASI akan memantau perkembangan Zohri dalam delapan bulan hingga satu tahun ke depan, sekaligus menyusun langkah pembinaan yang lebih terukur bagi atlet lainnya,” tambah Luhut.

Melalui pembinaan intensif yang direncanakan untuk dua hingga empat tahun ke depan, PB PASI berharap dapat membangun fondasi yang kokoh. Evaluasi teknis juga menyoroti aspek disiplin atlet yang dianggap perlu ditingkatkan.

Dengan perbaikan program pemusatan latihan nasional (pelatnas) dan dukungan fasilitas yang memadai, Indonesia diharapkan tidak lagi hanya berorientasi pada prestasi di tingkat regional SEA Games, melainkan mampu berbicara banyak di panggung Asia dan dunia pada masa mendatang.

No More Posts Available.

No more pages to load.