LenteraKepri.com, Batam – Pemerintah resmi menjadikan Kota Batam sebagai titik awal pelaksanaan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), salah satu program strategis nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis sektor kelautan dan perikanan.
Program tersebut diluncurkan bersamaan dengan Program SiTaskin Pesisir di Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Selasa (7/7/2026), dan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) Didit Herdiawan Ashaf.
Didit menegaskan, Kampung Nelayan Merah Putih bukan sekadar membangun permukiman nelayan, tetapi menciptakan ekosistem ekonomi yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
“Program ini bukan sekadar membangun kampung nelayan. Yang dibangun adalah ekosistem ekonomi agar masyarakat pesisir memiliki pendapatan yang lebih baik,” ujar Didit.
Pendapatan Nelayan Pernah Naik Hingga 113 Persen
Menurut Didit, optimisme pemerintah didasarkan pada keberhasilan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Sambinyeri yang dimulai sejak 2023.
Hasil evaluasi menunjukkan pendapatan nelayan di kawasan tersebut meningkat hingga 113 persen, sementara nilai ekonomi kawasan naik sekitar 47 persen dibandingkan sebelum program dijalankan.
Keberhasilan itu tidak hanya didorong oleh meningkatnya hasil tangkapan, tetapi juga terbukanya akses pasar yang lebih luas.
“Sebelumnya hasil tangkapan hanya dipasarkan untuk kebutuhan masyarakat sekitar. Kini produknya sudah dikirim ke Surabaya, Bali, Bitung, bahkan mulai menembus pasar ekspor,” jelasnya.
Target Bangun 1.269 Kampung Nelayan
Melihat hasil tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan sekitar 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2026.
Program ini menyasar kawasan yang memiliki potensi perikanan tangkap maupun budidaya.
Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, Kampung Nelayan Merah Putih juga diproyeksikan menjadi sentra penyedia protein ikan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Tidak hanya meningkatkan ekonomi masyarakat, tetapi juga mendukung penyediaan protein bagi masyarakat dan memasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis,” kata Didit.
Setiap Daerah Punya Konsep Berbeda
Didit menegaskan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak menggunakan konsep yang sama di setiap daerah.
Pemerintah akan menyesuaikan desain pembangunan dengan karakteristik sosial, ekonomi, potensi sumber daya, hingga kondisi geografis masing-masing wilayah.
Sebelum pembangunan dimulai, pemerintah juga akan melakukan asesmen lokasi, termasuk memastikan status lahan telah memenuhi prinsip clear, clean, and free.
“Setiap kampung memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu pendekatannya juga berbeda sesuai potensi daerah masing-masing,” ujarnya.
Batam Dinilai Punya Potensi Besar
Dalam kunjungannya ke Batam, Wamen KKP juga meninjau kawasan Sekanak Raya yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih.
Menurutnya, posisi strategis Batam yang berada di jalur pelayaran internasional memberikan peluang besar untuk memperkuat sektor perikanan sekaligus meningkatkan ekspor hasil laut.
Didit juga mengajak masyarakat menjaga seluruh fasilitas yang nantinya dibangun dan mengelolanya melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar manfaat ekonomi dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Saya titip kepada masyarakat agar seluruh fasilitas yang dibangun dirawat bersama. Melalui koperasi desa, pendapatan masyarakat bisa terus meningkat,” katanya.
Untuk memastikan program berjalan optimal, KKP akan menyiapkan penyuluh, pendamping, dan pengawas yang akan mendampingi masyarakat secara berkelanjutan.
Didit menekankan keberhasilan Kampung Nelayan Merah Putih bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, koperasi, kementerian, lembaga, hingga masyarakat nelayan.
“Kami ingin menekankan pentingnya kolaborasi. Semua harus turun bersama menjalankan program Presiden agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tutupnya.






