Beras Premium Bulog Rp14.500/Kg Tak Dilirik Distributor Batam, Ini Alasan di Baliknya

oleh -
oleh
Harga Beras Merangkak Naik, Pemko Batam Siapkan Operasi Pasar Besar
Pemko Batam memastikan stok beras aman hingga Maret 2026 (ilustrasi/foto dennirisman)

LenteraKepri.com, Batam – Rencana penyaluran beras premium dari Perum Bulog ke Batam hingga kini masih menemui jalan buntu. Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Batam, Aryanto, mengungkapkan belum ada respons dari para distributor terkait rencana masuknya beras premium Bulog ke pasar Batam.

Aryanto menyebut, salah satu penyebab utama belum adanya minat distributor karena sebagian besar pelaku usaha masih memiliki stok beras, meski jumlahnya tidak sebanyak kondisi normal.

“Distributor masih punya stok. Walaupun tidak seperti biasanya, tapi itu menjadi salah satu pertimbangan,” ujar Aryanto, Senin (12/1/2026).

Selain faktor ketersediaan stok, Aryanto menilai keputusan distributor menyerap pasokan baru tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Ada sejumlah aspek penting yang harus dipertimbangkan, mulai dari harga hingga kualitas beras.

“Pasti ada pertimbangan. Pertama soal harga, apakah dianggap wajar. Kedua kualitas berasnya seperti apa, karena setiap distributor punya spesifikasi berbeda untuk masing-masing merek,” jelasnya.

Ia menegaskan, kualitas beras yang beredar di Batam sangat beragam dan tidak bisa diseragamkan begitu saja. Setiap distributor memiliki standar mutu sendiri sesuai segmen pasar yang dibidik.

Karena itu, Aryanto menilai dialog terbuka antara pemerintah, Bulog, dan distributor menjadi langkah paling realistis agar rencana penyaluran beras premium bisa berjalan.

“Kami menghargai upaya pemerintah melalui Bulog. Nantinya dalam rapat bisa dibahas apa saja yang perlu diperbaiki, kualitas yang dibutuhkan distributor, serta kualitas beras yang akan didatangkan,” katanya.

Beras Didatangkan dari Makassar

Sebelumnya, Bulog berencana mendatangkan sebanyak 4.000 ton beras premium asal Makassar, Sulawesi Selatan, ke Batam. Namun hingga kini rencana tersebut belum terealisasi lantaran belum ada distributor yang menyatakan minat membeli.

Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Guido XL Pereira, mengatakan pengiriman beras akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, Bulog merencanakan pengiriman sebanyak 1.000 ton, dengan catatan sudah ada pembeli di Batam.

“Pengiriman dilakukan bertahap. Tahap awal 1.000 ton, tapi pembelinya di Batam harus sudah ada. Sampai sekarang belum ada,” ujar Guido, Rabu (7/1/2026).

Menurut Guido, Bulog Batam telah menerima sampel beras premium asal Makassar dan telah menawarkannya kepada sejumlah distributor. Namun hingga saat ini belum mendapat respons.

“Sampel sudah kami terima dan sudah ditawarkan. Lima distributor yang saya hubungi langsung, sampai sekarang belum ada tanggapan,” ungkapnya.

Guido memperkirakan harga beras premium asal Makassar tersebut jika tiba di Batam berada di kisaran Rp14.500 per kilogram dalam kemasan polos 50 kilogram. Harga tersebut belum termasuk biaya pengemasan ulang sesuai merek masing-masing distributor.

Sementara itu, Bulog Batam sebelumnya telah menyalurkan sebanyak 48 ton beras premium asal Subang, Jawa Barat, ke pasar Batam. Beras tersebut dipasarkan dengan merek Sentra Rama dan Punakawa, dan telah tersedia di sejumlah gerai ritel modern, termasuk di kawasan Batam Center.

No More Posts Available.

No more pages to load.