Beredar Video Tarian Erotis di First Club Batam, Kadisbudpar: Manajemen Sudah Dipanggil 3 Kali

oleh -
First Club
Potongan video tarian erotis di Firs Club Batam yang beredar. (Foto: Dok)

LenteraKepri.com, Batam – Video tarian erotis yang diduga terjadi saat grand opening salah satu tempat hiburan di Batam bernama First Club beredar luas di jagat maya. Hal ini memicu pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat yang bertentangan dengan norma adat Melayu.

Informasi yang didapat, grand opening itu sendiri digelar pada sabtu (5/4/2025) lalu. dalam video, terlihat sejumlah wanita yang berpakaian sangat minim menari di atas panggung sambil menyiramkan minuman alkohol ke tubuhnya.

Tidak hanya sampai di sana, mereka juga mendapatkan saweran dari pengunjung dengan cara memasukkan langsung uang ke bagian dada dancer tersebut. Bahkan, salah satu dancer juga dengan berani menempelkan dadanya ke kepala salah satu pengunjung.

Beredarnya video ini mendapat kecaman dari berbagai pihak. Kapolresta Barelang, Kombes Zainal Arifin dengan sigap memerintahkan personilnya untuk menyelidiki kebenaran video tersebut.

Baca: Pelaku Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil Diringkus Polisi, Motifnya: Kepepet Bayar Cicilan Sepeda Motor

“Sedang kami cek, nanti diinformasikan lebih lanjut,” ucapnya kepada awak media beberapa waktu lalu.

Begitu juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam, Lukman Rifai menegaskan bahwa MUI Batam akan mengirim sikap resmi ke First Club Batam, terkait beredarnya video tarian erotis atau striptis tersebut.

“Jujur saya segera mengambil sikap tegas, karena jika itu memang iya maka akan merusak generasi muda di Kota Batam,” kata Lukman.

Lukman menuturkan, ia belum melihat secara langsung video tarian erotis atau striptis tersebut, namun MUI Batam akan segera mencari tahu layanan yang tidak senonoh tersebut ke First Club Batam.

“Saya belum melihat video dan fotonya, tapi kami akan meminta klarifikasi terkait hal itu,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinasi Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, saat dikonfirmasi mengatakan telah melakukan 3 kali pemanggilan terhadap manajemen First Club. Pemanggilan ini akhirnya ditanggapi oleh GM First Club sendiri yang bernama Maria.

Baca: Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil Terjadi di Pasir Putih, Uang dan Ponsel Senilai Rp 10 Juta Dibawa Kabur Pelaku

“Mereka sudah memenuhi panggilan. Yang datang GM nya langsung bernama Maria. Tujuan pemanggilan ini untuk mengklarifikasi terkait video yang beredar,” ujar Ardi, Selasa (22/4/2025).

Ia menjelaskan, dalam pertemuan itu, GM First Club meminta maaf dan mengakui bahwa video tersebut memang di tempat mereka saat melakukan grand opening pada awal April lalu.

“Mereka mengakui kalau video itu memang di tempat mereka. Namun, paradancer itu bukanlah yang memang stay di sana, melainkan dari EO Jakarta yang didatangkan khusus saat grand opening,” jelasnya.

Ardi pun menyesalkan kejadian ini dan meminta pihak First Club harus lebih berhati-hati kedepannya jika mengadakan event agar tidak terjadi lagi hal serupa. Sebab, hal ini juga akan merugikan perusahaan.

Baca:Cinta Satu Malam Berujung Petaka, Seorang Pria Jadi Korban Pemerasan Hingga Pemukulan di Salah Satu Hotel Kawasan Lubukbaja

“Mereka sudah memastikan hal itu tidak akan terjadi lagi. Kami juga meminta kedepannya semua tempat hiburan di Batam bisa meakukan koordinasi terlebih dahulu sebelum mengadakan event, agar tidak terjadi kejadian seperti ini,” pinta Ardi.

Terkait tindak lanjut terhadap kejadian ini apakah ada sanksi yang diberikan, Ardi belum bisa berkomentar karena itu adalah keputusan dari tim terpadu.

No More Posts Available.

No more pages to load.