BMKG Warning! Gelombang Laut Kepri Berpotensi Capai 2,7 Meter, Anambas–Natuna Diminta Waspada

oleh -
oleh
BMKG Warning! Gelombang Laut Kepri Berpotensi Capai 2,7 Meter, Anambas–Natuna Diminta Waspada
BMKG Hang Nadim Batam peringatkan cuaca maritim di Kepri (ilustrasi)

LenteraKepri.com, Batam – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan kewaspadaan cuaca maritim untuk wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Peringatan ini dipicu masih aktifnya sistem siklon tropis di sekitar Laut Filipina yang berdampak pada peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang laut, terutama di wilayah perairan utara Kepri.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan Djambak, mengatakan dampak paling signifikan dirasakan di Perairan Natuna dan Kepulauan Anambas.

“Siklon di dekat Filipina masih aktif meskipun bergerak menjauh. Dampaknya, kecepatan angin meningkat dan berpotensi menyebabkan tinggi gelombang laut, khususnya di wilayah Anambas dan Natuna,” ujar Ramlan, Selasa (20/1).

Selain wilayah utara, BMKG juga mengingatkan potensi gelombang laut kategori waspada di sejumlah wilayah lain seperti Bintan bagian timur dan Dabo Singkep.

Batam Relatif Aman, Tapi Tetap Waspada

Untuk wilayah Batam, Karimun, dan Tanjungpinang, kondisi cuaca relatif lebih stabil. Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas laut untuk tidak lengah, mengingat perubahan cuaca bisa terjadi secara cepat.

“Hujan di Kepri dalam beberapa hari ke depan masih bersifat sporadis dan lokal,” jelas Ramlan.

Kondisi ini dipengaruhi oleh adanya bibit siklon lain di wilayah utara Australia yang membuat sistem cuaca saling berinteraksi dan membagi massa awan hujan.

“Dengan dua sistem siklon yang aktif, pengaruhnya ke wilayah Kepri menjadi terpecah. Hujan masih terjadi, tapi tidak merata,” katanya.

Musim Kemarau, Tapi Hujan Masih Mengintai

Secara klimatologis, Februari mulai memasuki musim kemarau. Namun, untuk wilayah Kepri, hujan masih berpotensi terjadi meskipun intensitasnya lebih rendah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

“Untuk Kepri, meskipun sudah masuk periode kemarau, hujan masih tetap ada,” tambah Ramlan.

BMKG memprakirakan pada Rabu (21/1), cuaca Kepri umumnya cerah berawan hingga berawan, dengan potensi hujan lokal ringan hingga sedang di beberapa wilayah.

“Kelembapan udara di lapisan atas relatif rendah, sementara kecepatan angin cukup kencang. Ini mengurangi pembentukan awan hujan, tapi hujan lokal masih mungkin terjadi,” jelasnya.

Gelombang Laut Naik Hingga 2,7 Meter

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca maritim yang berlaku mulai Rabu (21/1) hingga Sabtu (24/1). Tinggi gelombang diprakirakan mencapai 1,5 meter (kategori sedang) di sejumlah perairan, antara lain:

  1. Perairan Utara dan Selatan Kepulauan Anambas
  2. Perairan Anambas–Natuna
  3. Perairan Natuna
  4. Perairan Subi–Serasan
  5. Perairan Bintan dan Lingga

Pada 22 Januari 2026, tinggi gelombang di seluruh perairan Kepri diperkirakan meningkat hingga 1,8 meter. Kondisi paling ekstrem diprediksi terjadi pada 23 Januari 2026, dengan gelombang mencapai 2,7 meter (kategori tinggi) di Perairan Utara Natuna dan sekitar 2,5 meter di perairan Kepri lainnya.

BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan serta menunda aktivitas pelayaran jika kondisi cuaca dinilai berisiko.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca resmi dari BMKG,” pungkas Ramlan.

No More Posts Available.

No more pages to load.