LenteraKepri.com, Batam – Tubuh Polri kembali tercoreng akibat dugaan penganiyaan senior terhadap juniornya. Kali ini kabar duka datang dari wilayah Kepulauan Riau. Seorang anggota polisi berpangkat Brigadir Dua (Bripda) bernama Natanael Simanungkalit, meregang nyawa di asrama polisi Polda Kepri, Selasa (14/4/2026) dini hari.
Baru setahun berkarir usai dilantik sebagai anggota Polri pada 2025 lalu, kini kepergian Natanael menyisakan duka yang sangat mendalam bagi keluarga.
Baca: Jalur Roro Jadi Target! Penyelundupan iPhone & Samsung Rp3,7 Miliar Digagalkan Bea Cukai Batam
Jenazahnya hingga kini masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dari informasi yang didapat, dugaan penganiyaan yang dilakukan para senior terhadap korban, ditenggarai masalah sepele. Yakni, kekalahan yang dialami senior ketika bertanding sepak bola melawan junior.
Kekalahan itu ternyata menimbulkan amukan. Polisi muda ini seakan dijadikan sebagai samasak tinju. Hal itu dibuktikan dengan luka lebam memnuhi sekujur tubuhnya, terutama bagian punggung.
Baca: Debut Sempurna! Timnas U-17 Libas Timor Leste di ASEAN U-17 2026, Fokus Hadapi Malaysia & Vietnam
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi oknum yang mencoreng nama baik kepolisian.
Beberapa personil Polda Kepri yang diduga terlibat dalam penganiayaan itu juga telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan.
“Begitu mendapat informasi, korban langsung dievakuasi ke rumah sakit. Saat ini sedang proses otopsi. Polda Kepri tidak akan mengambil tindakan tegas terkait kasus ini,” ujar Kabid Humas.
Ia juga belum mau berkomentar banyak. “Waktu dan kronologi kejadian belum dipasitkan, karena masih dalam proses pemeriksaan penyidik,” tutupnya.






