Bye-Bye Uang Tunai! Batam Gaspol QRIS 2026, Semua Transaksi Bakal Serba Digital

oleh -
oleh
Bye-Bye Uang Tunai! Batam Gaspol QRIS 2026, Semua Transaksi Bakal Serba Digital
Tahun 2026, Pemko Batam menargetkan penggunaan sistem pembayaran digital, khususnya QRIS, semakin meluas hingga menjangkau seluruh layanan publik. (ilustrasi)

LenteraKepri.com, Batam – Pemerintah Kota Batam terus mempercepat transformasi digital di sektor keuangan daerah. Tahun 2026, Pemko Batam menargetkan penggunaan sistem pembayaran digital, khususnya QRIS, semakin meluas hingga menjangkau seluruh layanan publik.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, menegaskan bahwa langkah ini menjadi strategi penting untuk mengurangi dominasi transaksi tunai yang saat ini masih mencapai sekitar 60 persen.

“Kami mendorong digitalisasi yang benar-benar digunakan, sehingga berdampak langsung pada kualitas layanan publik dan memberikan kemudahan bagi masyarakat,” ujarnya.

Program Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) di Batam sendiri menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Capaian digitalisasi tercatat naik dari 15 persen pada 2021, menjadi 65 persen di 2022, lalu 83 persen di 2023, hingga mencapai 85 persen pada 2024.

Namun, pada 2025 capaian tersebut mengalami penurunan menjadi 62,5 persen. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Pemko Batam untuk kembali mengakselerasi transformasi digital di tahun ini.

Meski begitu, Pemko Batam telah mencatatkan capaian 100 persen transaksi nontunai untuk belanja daerah dan pajak daerah. Tantangan berikutnya adalah memperluas penggunaan kanal digital di tengah masyarakat.

“Ke depan, kami fokus memperluas penggunaan QRIS dan virtual account agar masyarakat semakin terbiasa bertransaksi secara digital,” jelasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemko Batam akan memperkuat koordinasi lintas OPD melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), meningkatkan integrasi data, serta memperluas akses layanan pembayaran digital.

Tak hanya itu, edukasi kepada masyarakat juga akan digencarkan agar transformasi digital tidak hanya menjadi program, tetapi benar-benar digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Koordinasi lintas OPD akan terus kami perkuat agar implementasi digitalisasi ini lebih terukur dan berdampak nyata,” tambahnya.

Dengan langkah ini, Batam menegaskan komitmennya untuk menjadi kota modern berbasis digital, di mana transaksi keuangan menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.

No More Posts Available.

No more pages to load.