LenteraKepri.com, Batam – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Jumat, 29 Mei 2026, didominasi cuaca berawan hingga hujan ringan. Namun, sejumlah daerah juga berpotensi mengalami hujan disertai petir pada siang hingga malam hari.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir, terutama di wilayah pesisir dan perairan Kepri.
Kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh aktivitas atmosfer dan pertumbuhan awan hujan yang cukup signifikan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kepulauan Riau.
Berdasarkan prakiraan BMKG, Kota Tanjungpinang diperkirakan mengalami cuaca berawan pada pagi hari dan berpotensi hujan ringan hingga petir pada siang atau malam hari. Suhu udara berkisar antara 25 hingga 31 derajat Celsius.
Sementara itu, Kota Batam juga diprediksi mengalami cuaca berawan dengan potensi hujan ringan, terutama pada sore hingga malam hari. Suhu udara di Batam diperkirakan berada di kisaran 25 hingga 31 derajat Celsius.
Untuk Kabupaten Bintan, cuaca diprakirakan cerah berawan hingga hujan ringan dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi.
Sedangkan Kabupaten Karimun umumnya berawan, namun tetap memiliki peluang hujan ringan pada sore atau malam hari.
BMKG juga memprediksi Kabupaten Lingga mengalami cuaca berawan dan hujan ringan di beberapa wilayah, bahkan berpotensi disertai petir pada malam hari.
Di wilayah utara Kepri, Kabupaten Natuna diprakirakan berpotensi diguyur hujan ringan hingga hujan petir dengan suhu udara berkisar 24 hingga 31 derajat Celsius.
Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Anambas diprediksi mengalami cuaca berawan hingga hujan ringan, terutama pada malam hingga dini hari.
Selain masyarakat umum, BMKG turut mengingatkan para nelayan dan pengguna transportasi laut agar mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba di wilayah perairan Kepri.
Meski tinggi gelombang laut secara umum masih tergolong rendah hingga sedang, potensi hujan dan angin kencang tetap perlu diantisipasi demi keselamatan pelayaran dan aktivitas di laut.








