Dari Lubuk Hati Berbuah Simpati, Polsek Bengkong Bersama Relasi Beri Perhatian Lebih Pada Anak-anak Panti

oleh -
Polsek Bengkong
Kanit Reskrim Polsek Bengkong (pakai topi) dan Hendri (baju hitam) saat bercengkrama dengan beberapa anak panti asuhan. (Foto: Romi Candra)

LenteraKepri.com, Batam – Lahir tanpa kasih sayang orang tua, bahkan sampai ditelantarkan tentunya bukanlah impian setiap anak. Namun itulah yang dirasakan anak-anak Panti Asuhan Nurjannah yang beralamat di Komplek Pondok Asri Indah, Blok O nomor 12, Sungai Panas, Batam.

Yang paling menyayat hati, dari 29 anak yang tinggal di sana, didominasi oleh anak-anak dengan usia belia. Bahkan beberapa di antaranya masih berusia 3 bulan, 4 bulan. Selain itu, sebagian besar ialah anak dengan usia 1 hingga 6 tahun yang masih sangat memerlukan kasih sayang.

“Yang masih bayi dengan usia di bawah satu tahun ada lima anak. Anak-anak panti ini, ada yang diserahkan langsung oleh orang tuanya, ada juga yang ditinggalkan begitu saja di depan panti,” ungkap pengurus panti asuhan tersebut, saat personil Unit Reskrim Polsek Bengkong yang dipimpin Kanitnya Iptu Apriadi, serta perwakilan dari relasi Polsek Bengkong, yang tergerak untuk ikut berbagi, datang ke panti asuhan tersebut untuk menyerahkan bantuan, Sabtu (6/6/2026) siang.

Baca: Kisah Haji Amsakar Achmad: Lupa Handuk di Pinggang, HP Tertinggal hingga Akhirnya Botak di Tanah Suci

Anak berinisial S, ialah salah satu anak panti yang hingga saat ini belum diketahui siapa orang tuanya. Ia diletakkan di kursi depan panti, lalu ditinggalkan begitu saja saat baru lahir. Kini usiannya sudah memasuki dua tahun dan tumbuh menjadi anak yang cantik.

“Tidak tahu siapa yang meletakkannya di kursi depan panti. Namun yang pasti, ini sudah menjadi tanggungjawab kami untuk membesarkannya. Untuk mencukupi kebutuhan mereka, berasal dari sumbangan-sumbangan yang diberikan para donatur,” tambahnya.

Sejauh ini, memang banyak masyarakat yang datang memberikan bantuan. Unit Reskrim Polsek Bengkong salah satunya yang rutin berkunjung setiap bulan mengantarakan semua kebutuhan untuk anak-anak. Mulai dari pempers, susu, sembako dan perlengkapan lainnya. Pemberian ini sangat meringankan pihak panti asuhan.

Meski berhadapan dengan segala keterbatasan, panti asuhan yang berdiri sejak tahun 2016 ini, ternyata telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan. Bahkan, sudah ada beberapa anak yang dibesarkan di panti asuhan itu hingga tamat SMA.

Baca: Imigrasi Batam dan Insan Pers: Mencari Harmoni di Persimpangan Transparansi

Menempatkan diri sebagai seorang ayah, membuat Iptu Apriadi merasa tergerak untuk memberikan perhatian lebih kepada panti asuhan ini. Terutama panti ini dipenuhi oleh bayi dan balita yang memang sangat membutuhkan kasih sayang.

Personil Unit Reskrim Polsek Bengkong bersama Hendri menyerahkan bantuan. (Foto: Romi Candra)

“Melihat anak-anak yang masih bayi malah harus tumbuh tanpa peran orang tua di sisinya, tentu kita sebagai orang tua merasa hati ini tersayat-sayat. Apalagi setelah mendengar kisah salah satu anak panti itu, saya pribadi sangat tergerak untuk lebih memperhatikan kondisi anak-anak di sana,” ungkap Apriadi, saat turun langsung membeli semua kebutuhan yang akan disalurkan ke panti asuhan tersebut.

Tidak hanya dengan merogoh kantongnya sendiri, namun ia juga mencoba mengajak personil dan relasi-relasinya untuk ikut menyumbangkan sebagai kecil rejeki untuk diberikan kepada anak-anak di panti asuhan tersebut.

Bantuan yang diberikan, pihaknya lebih memfokuskan kepada barang-barang yang memang dibutuhkan untuk merawat bayi serta kebutuhan sehari-hari untuk makan. Dengan harapan, bantuan yang diiberikan tersebut cukup untuk memenuhi segala keperluan sebulan ke depan.

Awalnya lanjut Apriadi, para relasi yang tergerak tidak langsung turun ke lokasi. Mereka hanya menyumbangkan sebagian kecil rejekinya yang kemudian dibelikan segala kebutuhan. Namun setelah mendengar kisah anak-anak di sana, malah ada yang ingin ikut langsung ke lapangan melihat kondisi di panti asuhan tersebut.

“Saya ingin merangkul semua pihak. Tujuannya hanya satu, untuk ikut memperhatikan kondisi anak-anak di sana. Tidak hanya di tubuh Polri atau Polsek Bengkong secara khusus, namun juga ingin menarik perhatian masyarakat yang memiliki rejeki lebih untuk ikut berpartisipasi. Jika ingin ikut langsung ke lokasi, akan kami libatkan agar mereka melihat langsung betapa miris hati ini melihat anak-anak yang tak berdosa, malah harus tumbuh tanpa kasih sayang orang tua,” lanjutnya.

Baca: Doa Terbaik dari Redaksi LenteraKepri.com Teruntuk Pernikahan Fandi dan Dewi, Adik dari Ketua PWI Batam

Dengan kata lain, apapun kebutuhan anak-anak yang tinggal di setiap panti asuhan, tentunya harus menjadi tanggungjawab bersama. Agar mereka juga bisa mendapatkan kehidupan yang layak, serta mampu mengenyam pendidikan seperti anak-anak lainnya.

“Perhatian ini tidak hanya kami berikan untuk satu panti asuhan saja. Kami terus mencari tahu dimana saja panti asuhan dan akan kami kunjungi, terutama di wilayah Polsek Bengkong. Namun khusus untuk Panti Asuhan Nurjannah, saya memang memberikan perhatian lebih, karena situasi anak-anaknya juga sangat membutuhkan itu,” tuturnya.

Kegiatan yang dilakukan kali ini, pihaknya mendatangi dua panti asuhan, yakni Panti Asuhan Nurjannah di Sungai Panas, dan Panti Asuahan Al Aqsho di kawasan Bengkong Sadai.

Langkah yang diambil Apriadi ini ternyata membuahkan hasil. Beberapa relasi Polsek Bengkong pun ikut memberikan perhatian. Seperti kunjungan Sabtu kemarin, Hendri, yang merupakan warga Bengkong menjadi perwakilan dari relasi Polsek Bengkong yang ikut turun menyalurkan bantuan. Bahkan, ia juga langsung turun bersama personil Polsek Bengkong untuk segela persiapan. Mulai dari membeli segala kebutuhan hingga turut serta mengantarkannya ke panti asuhan tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Bengkong bersama personil dan Hendri sat membeli kebutuhan untuk diantarkan ke panti asuhan. (Foto: Romi Candra)

“Ini kali kedua saya ikut turun. Yang pertama bulan lalu. Sebelumnya saya hanya ikut menyumbang. Namun setelah melihat langsung kondisi anak panti di sana, hati saya semakin tergerak. Bahkan saya juga mencoba merangkul kawan-kawan lainnya untuk ikut menjadi donatur,” aku Hendri, usai menyalurkan bantuan di panti tersebut.

Baca: Baru Pulang Kerja, Karyawan di Batam Jadi Korban Penusukan Brutal Kelompok Bermotor

Menurutnya setelah melihat kondisi di lapangan, panti tersebut masih membutuhkan banyak uluran dari donatur. Tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari dan perlengkapan bayi, namun juga dari segi sarana dan prasarana harus menjadi perhatian bersama.

Tidak hanya dari masyarakat, namun dari sisi pemerintah terutama Dinas Sosial Kota Batam juga harus turun memberikan perhatian, sehingga sarana dan prasarana di panti tersebut cukup mumpuni untuk merawat seluruh anak-anak, terutama yang masih bayi.

“Kalau bukan kita semua menjadi orang tua mereka, lalu siapa lagi? Mereka juga merupakan generasi penerus bangsa harus kita jaga dan berikan perhatian. Semoga langkah yang kami ambil ini mendapat perhatian semua pihak dan juga pemerintah. Semakin banyak yang tergerak, pastinya akan lebih baik. Tidak hanya untuk satu panti asuhan ini, namun untuk seluruh panti asuhan yang ada di Kota Batam,” harapnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.