LenteraKepri.com, Aceh – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis perkembangan terbaru operasi pencarian dan pertolongan korban banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga Selasa (30/12/2025), jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana tersebut tercatat mencapai 1.141 orang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa jumlah korban jiwa kembali bertambah setelah satu jenazah korban berhasil ditemukan dan diidentifikasi pada hari ini.
“Hari ini bertambah satu korban yang ditemukan dan sudah diidentifikasi,” kata Abdul dalam konferensi pers BNPB, Selasa (30/12).
Abdul menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa ratusan keluarga korban di tiga provinsi tersebut.
“Sekali lagi, tidak henti-hentinya doa dan simpati belasungkawa yang mendalam untuk anggota keluarga korban,” ujarnya.
Sekitar 395 ribu Orang Masih Mengungsi
Berdasarkan data BNPB, dari total 1.141 korban meninggal dunia, sebanyak 514 orang berada di Aceh, 365 korban di Sumatera Utara, dan 262 korban di Sumatera Barat.
Selain korban jiwa, bencana hidrometeorologi ini juga menyebabkan ratusan ribu warga harus mengungsi. BNPB mencatat total 395.795 jiwa terdampak masih berada di lokasi pengungsian.
Dengan rincian, sebanyak 374.286 pengungsi di Aceh, 11.574 jiwa di Sumatera Utara, dan 9.935 jiwa di Sumatera Barat.
“Untuk jumlah pengungsi memang mulai menurun, namun hingga kini masih ada hampir 400 ribu saudara-saudara kita yang bertahan di titik-titik pengungsian,” jelas Abdul, dipantau melalui kanal YouTube resmi BNPB Indonesia.
BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan upaya tanggap darurat, pencarian korban, serta penyaluran bantuan logistik bagi para pengungsi, sembari mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera.







