LenteraKepri.com, Batam – Desa Adat Sade di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terbakar pada Sabtu (22/8/2026) malam. Api dilaporkan melahap habis ratusan rumah di desa wisata itu, membuat lebih dari 300 warga terdampak.
Dilansir dari tirto.id, insiden ini digambarkan telah memicu kerugian besar bagi masyarakat adat setempat. Kebakaran tersebut sebelumnya disebut terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 Wita. Semula api berkobar di salah satu rumah di desa tersebut.
Setelah membesar dengan cepat, api kemudian merembet, membuat 150 rumah terbakar. Nahas, 89 di antaranya adalah rumah adat Suku Sasak yang sarat sejarah.
Tak ada laporan korban jiwa dalam insiden itu. Namun, ratusan warga kini terpaksa mengungsi karena rumahnya hangus dibakar api.
Kebakaran sempat menimbulkan kepanikan warga setempat karena tak sedikit yang telah tertidur ketika kebakaran terjadi. Banyak warga yang dibuat kaget dan panik lantaran terbangung saat api membesar dan melahap bangunan satu demi satu.
Meski tak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, namun kebakaran yang terjadi pada Sabtu tersebut menimbulkan kerugian yang besar bagi masyarakat adat setempat. Hal ini lantaran naskah lontar kuno yang mereka jaga selama ini ikut terbakar.
Naskah Lontar Rengganis merupakan harta warisan budaya Suku Sasak di Lombok. Secara turun temurun, naskah tersebut telah digunakan masyarakat setempat sebagai pedoman tata perilaku. Tak ada catatan pasti tentang umur lontar tersebut, namun diperkirakan telah diturunkan selama berpuluh hingga ratusan tahun.
Sayangnya, naskah lontar tersebut termasuk dalam barang yang ikut ludes dibakar api. Sebagian naskah dilaporkan berhasil diselamatkan, namun kebanyakan telah rusak.
BUMN dan Investor Salurkan Sembako dan Bantuan Rp2 Miliar
Gabungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan investor di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyalurkan bantuan sembako dan dana 2 miliar rupiah untuk warga yang terdampak kebakaran yang menghanguskan kampung Adat Sade Desa Rambitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.
Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Troy Warokka di Lombok Tengah, Selasa mengatakan ITDC juga ditunjuk sebagai PIC penyaluran bantuan tanggap bencana kebakaran Kampung Adat Sasak Sade untuk membantu mengoordinasikan dukungan dari BUMN dan berbagai pihak agar bantuan dapat tersalurkan secara terarah sesuai kebutuhan masyarakat.
“Dukungan juga diberikan oleh salah satu investor di The Mandalika, dengan komitmen bantuan sebesar Rp2 miliar untuk Kampung Adat Sasak Sade sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran,” katanya.
Ia mengatakan, dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus komitmen untuk bergotong royong bersama pemerintah dan berbagai pihak dalam membantu penanganan dampak kebakaran.
“Sejak malam kejadian, kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan unsur terkait untuk mendukung penanganan kebakaran hingga pemenuhan kebutuhan warga terdampak,” katanya .
Respons ITDC telah dilakukan sejak malam kejadian dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan tiga unit mobil tangki untuk mendukung proses pemadaman, serta dukungan dilanjutkan melalui penyaluran 700 paket makanan siap konsumsi.
Memasuki tahap penanganan berikutnya, pada Senin (24/8), pihaknya kembali menyalurkan bantuan berupa 45 unit kasur lipat berbagai ukuran, 50 selimut, 240 kebutuhan sanitasi menstruasi, serta 240 popok bayi.
Dukungan bagi masyarakat Kampung Adat Sasak Sade juga datang dari sejumlah BUMN, di antaranya PT PLN (Persero) menyalurkan paket sembako serta berbagai kebutuhan dasar, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memberikan dukungan berupa kasur lipat, selimut, karpet, bahan pangan, dan perlengkapan ibadah. PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) turut menyalurkan bantuan berupa bahan pangan serta kebutuhan lainnya.
“Kami mengapresiasi kepedulian seluruh pihak, baik BUMN, investor, komunitas, tenant, maupun masyarakat yang ikut bergerak membantu Kampung Adat Sasak Sade,” katanya.
Dalam penanganan tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Pemerintah Provinsi NTB telah menetapkan posko tanggap darurat di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Rembitan, dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah sebagai Kepala Posko. Dapur umum juga disiapkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.
Selain 75 unit rumah, pendataan sementara mencatat kebakaran turut berdampak pada satu masjid, empat berugak sekenam besar, enam berugak sekepat, 69 artshop, Bale Beleq, toilet umum wisatawan, gerbang Desa Adat Sade, serta sejumlah fasilitas lainnya.
“Kami berharap dukungan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga dalam masa tanggap darurat,” katanya.






