Menurutnya, dulu biasanya sebelum ia menjadi ketua, sebelum ada kenaikan harga, para anggota akan diberi surat resmi dari pelayaran. Semisal surat resmi diberikan hari ini, besok langsung terjadi kenaikan.
“Sekarang, setelah saya menjadi ketua, malah tidak ada lagi kenaikan yang diberitahukan secara resmi, atau melalui pesan whatsapp. Itu hanya secara lisan tanpa memberitahukan apa alasan dari kenaikan itu. Sehingga di sini, saya yakin ada dugaan oknum pelayaran yang bermain,” sesalnya.
“Tujuannya kita melakukan kegiatan jasa baik jasa kapal, forwading, bongkar muat, keagenan, dan lainnya, selayaknya harus memiliki hati nurani dan jiwa sosial tinggi untuk menentukan tarif. Karena, sumber barang yang keluar dari gerbang pelabuhan itu sangat mempengaruhi harga di pasaran dan semua sektor pekerjaan seperti, pariwisata, perhotelan, galangan kapal, manufakturing, industri,” tuturnya.
“Jika harga ini tetap dipaksakan naik, saya akan pastikan situasi di Batam selain ekonominya akan lesu, pastinya banyak masyarakat arus bawah akan mengalami beban hidup yang tinggi. Takutnya tingkat kriminalitas meningkat jelang pilkada. Ini harus kita pikirkan dampaknya,” tambah Apin lagi.
Faktanya, Apin mengaku sudah berkecimpung pelabuhan Batuampar sudah sejak 2006, sehingga mengetahui semua pekerjaan di pelabuhan.
“Karena itu, sampai saat ini proses bisnis baik kapal kayu dari Malaysia ataupun proses bisnis Jakarta-Batam, Medan ke batam, dan internasional, transitmen dari hilir ke hulu, saya sudah sangat sangat memahami bagaimana prosedurnya, harganya, persaingannya, dan pola permainnya,” tegas Apin.
“Di sini, saya memohon pemerintah beserta aparatur negara ikut andil. Harus ikut hadir dan memantau situasi perkembangan ini, supaya Kota Batam tetap kondusif. Dampak positif jika kondusif, harga kebutuhan pokok masyarakat terkendali, dan Kota Batam bisa semakin dilirik oleh investor untuk berinvestasi,” lanjutnya.
Baca: Rudi Dorong Atlet E-Sport Kepri Tingkatkan Prestasi
Ia menerangkan, hari ini sekitar pukul14.00 WIB, ia telah bertemu dengan Ketua DPP Apindo Kepri dan menyampaikan perihal ini, beliau langsung memberi atensi. Ia juga akan koordiansi dengan Ketua Kadin Batam serta Ketua DPW Alfi Kepri untuk menentukan langkap selanjutnya yang akan dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini.
“Sore tadi, sekitar pukul 17.00 WIB, saya sudah melaporkan ke Ketum DPP ALFI, Bapak Akbar Djohan. Beliau memerintahkan saya, pantau terus dan bila ada kendala, segera melaporkan kepada beliau. Beliau akan mengambil tindakan koordinasi kepada kementerian terkait,” paparnya.
Ia berharap kepada perusahaan pelayaran domestik atau internasional yang melakukan kegiatan di Batam, agar bisa sama-sama menjaga iklim ekonomi.
“Sehingga, cita-cita dan harapan kita untuk menuju visi misi Indonesia emas 2045 itu akan tercapai,” tutupny Maradonald dengan sapaan akrabnya Apin.






