LenteraKepri.com, Batam – Peringatan tiga tahun tragedi Rempang diisi dengan kegiatan doa bersama yang berlangsung di Masjid Al-Fajri, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah, serta mengambil hikmah dari berbagai peristiwa yang terjadi di Rempang.
Dalam sambutannya, Camat Galang Danang Prilasandi, SKM. menyampaikan apresiasi kepada Tokoh Masyarakat Rempang dan pihak Kepolisian atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan tiga tahun Tragedi Rempang pada September ini sebagai ikhtibar atau pelajaran berharga bagi seluruh anak bangsa, sehingga kejadian serupa dapat dihindari pada masa mendatang.
“Momentum ini hendaknya menjadi ikhtibar bagi kita semua untuk terus menjaga kebersamaan dan persatuan sebagai sesama anak bangsa,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, dalam ceramahnya, Ustadz Muhamad Ridwan Kamil mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan menghindari berbagai bentuk perkataan maupun informasi yang dapat memicu perpecahan.
Ia menyampaikan bahwa Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga mengatur hubungan antarsesama manusia. Karena itu, masyarakat diingatkan untuk menghindari kebiasaan mencela, memfitnah maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat merusak kehormatan seseorang dan berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Ustadz juga mengimbau warga agar menerapkan tabayyun, yakni melakukan klarifikasi terhadap setiap informasi yang beredar, khususnya informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan. Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi dan dapat melakukan klarifikasi kepada pihak berwenang, termasuk Kapolsek beserta jajarannya.
Menurutnya, musyawarah dan menjaga ukhuwah merupakan bagian penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis. Sebaliknya, perpecahan dapat membawa kemudaratan bagi kehidupan bersama.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk meneladani sikap saling melengkapi dan saling menguatkan, dengan memahami bahwa setiap unsur masyarakat memiliki peran masing-masing. Perbedaan peran tersebut hendaknya menjadi kekuatan bersama, bukan alasan untuk saling menuntut ataupun memperuncing perbedaan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian bantuan berupa speaker portable dan perangkat hadroh sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama juga dilaksanakan pembagian bantuan sosial secara simbolis kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan diberikan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas masyarakat Sembulang, yang diwakili 10 orang, serta kaum dhuafa yang diwakili 10 orang.
Melalui doa bersama dan kegiatan sosial tersebut, peringatan tiga tahun Tragedi Rempang tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan masyarakat, tetapi juga diharapkan dapat memperkuat komunikasi, kepedulian sosial, dan persaudaraan antarelemen masyarakat di wilayah Rempang dan Galang.






