LenteraKepri.com, Batam – Sebuah insiden berdarah terjadi di sebuah warung kawasan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam pada Selasa (22/09) pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Seorang pria bernama Rianto Silalahi (40), yang merupakan pemilik warung, ditemukan dalam kondisi terluka parah di dalam warung tersebut.
Kejadian bermula saat korban yang berada di dalam warung tiba-tiba berteriak meminta tolong dari arah meja kasir. Teriakan tersebut didengar oleh seorang warga sekitar bernama Heri, yang langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengecek situasi.
Saat dihampiri, korban yang sudah bersimbah darah mengaku bahwa dirinya baru saja menjadi korban pencurian dengan kekerasan (Curas) atau perampokan di dalam warung tersebut.
Karena kondisinya yang melemah dan mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh, warga langsung mengevakuasi korban ke RS Budi Kemuliaan untuk mendapatkan perawatan medis darurat. Informasi mengenai aksi perampokan sadis ini pun langsung beredar cepat dan sempat memicu kekhawatiran masyarakat.
Namun, setelah dilakukan penyelidikan mendalam oleh Unit Reskrim Polsek Bengkong bersama Jatanras Satreskrim Polresta Barelang, fakta mengejutkan akhirnya terungkap.
Kapolsek Bengkong, AKP Tigor Dabariba, menegaskan bahwa peristiwa perampokan tersebut tidak benar terjadi alias hoaks. Cerita tersebut murni rekayasa yang dibuat oleh korban sendiri.
“Kami memastikan bahwa informasi mengenai perampokan sadis di Tanjung Buntung tersebut adalah tidak benar atau hoaks. Dari hasil olah TKP dan pendalaman tim di lapangan, fakta yang terjadi justru sebaliknya,” tegas AKP Tigor Dabariba saat memberikan keterangan resmi.
Kepastian ini terungkap setelah pihak kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa seluruh rekaman CCTV di sekitar lokasi. Hasil pengecekan CCTV menunjukkan sama sekali tidak ada pergerakan atau aktivitas mencurigakan yang mengarah pada tindak pidana pencurian di jam kejadian. Polisi hanya menemukan kabel CCTV di dalam warung yang sengaja dipotong, serta mengamankan barang bukti berupa satu buah pisau cutter berwarna hitam.
Setelah kondisi korban membaik dan diperbolehkan keluar dari rumah sakit, polisi melakukan interogasi mendalam terhadap korban dan istrinya. Di hadapan petugas, korban akhirnya mengaku bahwa seluruh luka di tubuhnya bukan karena dianiaya rampok, melainkan akibat tindakan percobaan bunuh diri yang dilakukannya sendiri menggunakan pisau cutter.
Aksi nekat melukai diri sendiri dan rekayasa cerita perampokan ini sengaja dilakukan oleh korban karena merasa tertekan akibat masalah internal keluarga, kondisi ekonomi yang menjepit, serta jeratan utang pinjaman online (pinjol). Saat ini, korban telah diamankan ke Polsek Bengkong untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Merespons cepatnya isu hoaks ini menyebar di dunia maya, AKP Tigor Dabariba memberikan imbauan tegas kepada masyarakat luas agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menelan informasi mentah-mentah.
“Kami meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi atau langsung menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Ketika ada kejadian seperti ini, saring dulu sebelum sharing,” ujar AKP Tigor Dabariba.
Beliau juga mengingatkan netizen untuk mencari tahu fakta yang sebenarnya dari sumber resmi kepolisian sebelum memberikan komentar atau spekulasi di media sosial.
“Jangan sampai jempol kita mendahului fakta. Berkomentarlah dengan bijak dan mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di Batam agar tetap kondusif tanpa ada penyebaran berita hoaks yang meresahkan,” pungkasnya.






