Haru di PWI! Kisah Terakhir Zulmansyah Sekedang Bikin Semua Tersentuh

oleh -
Haru di PWI! Kisah Terakhir Zulmansyah Sekedang Bikin Semua Tersentuh
PWI Pusat menggelar Takziah dan Doa Bersama untuk Almarhum Zulmansyah Sekedang (dok pwi pusat)

LenteraKepri.com, Jakarta – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) atas wafatnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang. Sosok almarhum dikenang sebagai figur berdedikasi tinggi yang mendapat penghormatan luas hingga akhir hayatnya.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengungkapkan bahwa dirinya turut mengantarkan jenazah almarhum ke Pekanbaru dan menyaksikan langsung besarnya penghormatan dari berbagai pihak.

“Jam 8 saya berangkat ke Pekanbaru mengantarkan jenazah almarhum. Sesampainya di sana kami disambut sangat baik. PWI di sana sangat dihargai dan dihormati, mulai dari Pemprov Riau, pejabat daerah hingga tetangga almarhum,” ujar Munir, Jumat (24/4).

Menurutnya, penghormatan tersebut bukan tanpa alasan. Ia menegaskan bahwa dedikasi dan jasa almarhum selama ini telah memberikan kontribusi besar, baik bagi daerah maupun bagi organisasi PWI secara nasional.

“Bentuk penghormatan ini juga karena jasa almarhum kepada daerah dan atas jasa beliau juga membesarkan PWI. Beliau sangat total dalam organisasi PWI, termasuk saat PWI bersatu kembali,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara takziah dan doa bersama yang digelar di Kantor PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, sebagai peringatan tujuh hari wafatnya almarhum.

Acara berlangsung khidmat dan penuh haru, diikuti oleh jajaran pengurus PWI dari tingkat pusat hingga daerah secara hybrid. Momen ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan kehilangan mendalam atas sosok yang dikenal memiliki loyalitas tinggi dan komitmen kuat terhadap dunia jurnalistik.

Suasana semakin emosional saat Musrifah, yang mendampingi almarhum di detik-detik terakhir, memberikan kesaksiannya.

“Saya orang yang mendampingi di detik-detik serangan jantung itu,” ujarnya dengan suara bergetar.

Ia bahkan menyebut almarhum sebagai sosok terbaik yang pernah ia kenal.

“Dari banyak teman dan kawan, inilah orang paling baik yang pernah saya kenal. Saya bersaksi dunia dan akhirat beliau orang yang baik,” ungkapnya penuh haru.

Ketua Umum PWI Pusat pun mengajak seluruh jajaran untuk terus mendoakan almarhum agar segala pengabdiannya menjadi amal jariyah.

“Semoga segala pengabdian beliau menjadi amal jariyah dan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tutur Munir.

Kepergian Zulmansyah Sekedang meninggalkan jejak mendalam. Semangat pengabdian, ketulusan, dan dedikasi yang ia wariskan akan terus hidup dalam perjalanan PWI, menjadi pengingat bahwa kerja tulus yang dilakukan sepenuh hati akan selalu dikenang, baik oleh manusia maupun di hadapan Tuhan.