Heboh Orang Dalam di Kasus Calo Tiket! Pelni Batam Akhirnya Buka Suara

oleh -
Heboh “Orang Dalam” di Kasus Calo Tiket! Pelni Batam Akhirnya Buka Suara
Kepala Cabang Pelni Batam Edwin Kurniansyah (foto dennirisman)

LenteraKepri.com, Batam – Isu panas soal dugaan keterlibatan “orang dalam” dalam kasus penipuan tiket kapal di Batam akhirnya terjawab. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Batam angkat bicara dan memberikan klarifikasi tegas.

Kepala Cabang Pelni Batam, Edwin Kurniansyah, memastikan bahwa tidak ada pegawai Pelni yang terlibat dalam praktik percaloan yang merugikan penumpang.

“Yang bersangkutan hanya dimintai keterangan. Tersangka bukan pegawai Pelni,” tegas Edwin, Rabu (18/3/2026).

Pernyataan ini muncul setelah mencuatnya kabar yang menyebut adanya dugaan keterlibatan internal dalam kasus penipuan tiket kapal yang terjadi di Pelabuhan Batu Ampar, tepatnya di Terminal Bintang 99 Persada.

Kasus tersebut sebelumnya diungkap oleh Polda Kepri dengan menetapkan seorang pria berinisial RS sebagai tersangka utama. Ia diduga menjual tiket kapal rute Batam–Belawan dengan harga Rp450 ribu—jauh di atas tarif resmi sekitar Rp270 ribu.

Namun setelah uang diterima, tiket yang dijanjikan tidak pernah diberikan. Pelaku pun menghilang dan tak bisa dihubungi, hingga akhirnya korban melapor ke pihak kepolisian.

Dari hasil pengembangan, polisi sempat mengamankan lima orang yang diduga terlibat jaringan percaloan. Meski begitu, hanya RS yang terbukti melakukan penipuan dan resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Menanggapi isu yang berkembang, pihak Pelni menilai klarifikasi ini penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat, terutama menjelang puncak arus mudik Lebaran.

Edwin juga menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir jika suatu saat ditemukan pegawai yang terlibat dalam praktik serupa.

“Kami akan tindak tegas jika ada pegawai yang terbukti terlibat,” ujarnya.

Di sisi lain, masyarakat diingatkan untuk lebih berhati-hati. Pembelian tiket di luar jalur resmi dinilai sangat berisiko, apalagi saat musim mudik ketika permintaan melonjak dan celah penipuan semakin terbuka.

Pelni juga menegaskan bahwa penumpang yang identitasnya tidak sesuai dengan tiket tidak akan diizinkan berangkat, sebagai upaya menjaga ketertiban dan keamanan perjalanan.

Sementara itu, pihak kepolisian turut mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran tiket dari calo. Kasus ini menjadi peringatan bahwa praktik penipuan masih mengintai di tengah tingginya mobilitas mudik.

Di tengah isu yang sempat memanas, satu hal kini jelas: bukan “orang dalam”, melainkan oknum penipu yang memanfaatkan momen Lebaran.

No More Posts Available.

No more pages to load.