Iran Klaim Menang Lawan AS! 10 Poin Gencatan Senjata Disetujui, Selat Hormuz Jadi Kunci

oleh -
oleh
Iran Klaim Menang Lawan AS! 10 Poin Gencatan Senjata Disetujui, Selat Hormuz Jadi Kunci
Warga Iran merayakan kemenangan setelah AS menyetujui propolsa 10 gencatan senjata Iran (ist)

LenteraKepri.com, Batam – Situasi geopolitik dunia kembali memanas setelah Iran mengklaim kemenangan besar dalam konflik melawan Amerika Serikat. Dewan Keamanan Tertinggi Nasional Iran (SNSC) menyatakan bahwa pihaknya berhasil memaksa AS menerima 10 poin proposal gencatan senjata.

Menurut pernyataan resmi SNSC, proposal tersebut mencakup sejumlah tuntutan strategis, mulai dari jaminan tidak ada agresi lanjutan, relaksasi sanksi, penarikan pasukan AS dari kawasan, hingga pembayaran ganti rugi perang.

Salah satu poin krusial adalah tetap terbukanya akses dan kontrol Iran terhadap Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

Gencatan Senjata 2 Pekan Disepakati

Pengumuman ini muncul tak lama setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan gencatan senjata sementara selama dua pekan melalui platform Truth Social.

Trump menyebut kesepakatan ini sebagai “gencatan senjata dua sisi” dan mengakui bahwa proposal Iran dapat menjadi dasar negosiasi yang realistis.

Tak hanya itu, Israel juga dilaporkan menyetujui langkah penghentian sementara konflik tersebut.

Negosiasi Lanjutan Digelar di Pakistan

SNSC mengungkapkan bahwa perundingan lanjutan antara Iran dan AS akan dimulai pada 10 April 2026 di Pakistan, tepatnya di Islamabad.

Negosiasi ini akan berlangsung selama 15 hari dan fokus pada finalisasi detail kesepakatan. Namun, Iran menegaskan bahwa gencatan senjata ini tidak berarti perang telah berakhir.

“Operasi militer akan dilanjutkan jika tuntutan kami tidak dipenuhi,” tegas SNSC.

Iran Tegaskan Posisi Kuat

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga mengonfirmasi adanya kesepakatan sementara. Ia menyebut Iran bersedia menghentikan operasi militer jika serangan terhadap negaranya dihentikan.

Selain itu, Iran membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dengan pengawasan ketat militer mereka selama masa gencatan senjata.

SNSC menegaskan bahwa mereka hanya akan mengakhiri perang secara formal jika seluruh syarat dalam proposal disetujui sepenuhnya.

Dampak Global Masih Mengintai

Meski ada harapan damai, situasi ini masih jauh dari kata selesai. Ketegangan geopolitik tetap tinggi, dan dunia kini menunggu hasil negosiasi yang akan menentukan arah konflik ke depan.

Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak dunia menjadi faktor kunci yang akan memengaruhi stabilitas ekonomi global, termasuk harga energi dan inflasi di berbagai negara.

No More Posts Available.

No more pages to load.