Isu Beras Oplosan Kian Panas! Polda Kepri Ambil Sampel di Gudang PT UKP Batu Ampar Batam

oleh -
oleh
Isu Beras Oplosan Kian Panas! Polda Kepri Ambil Sampel di Gudang PT UKP Batu Ampar Batam
Tim Satgas Pangan Polda Kepri mengambil sampel beras di gudang milik PT UKP Batu Ampar, Batam, Rabu (26/11/2025) malam. (dok inews)

LenteraKepri.com, Batam — Satgas Pangan Polda Kepri melakukan sidak mendadak di sebuah gudang distribusi beras PT UKP di kawasan Tanjung Sengkuang, Batuampar pada Rabu malam (26/11), sekitar pukul 20.00 WIB. Pemeriksaan ini dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan adanya praktik pengoplosan beras di lokasi tersebut.

Sidak ini dipimpin langsung Satgas Pangan Polda Kepri dan turut didampingi Bulog Batam, Dinas Ketahanan Pangan, Bea Cukai, serta Satpolresta Barelang. Setibanya di lokasi, tim langsung menyasar tempat penyimpanan beras berbagai merek untuk melakukan penelusuran awal dan pengambilan sampel.

“Hari ini kami Satgas Pangan Polda Kepri melakukan pengambilan sampel karena mendapat informasi dari masyarakat bahwa gudang ini dijadikan tempat beras oplosan,” ujar Kasubdit Indagsi Ditkrimsus Polda Kepri, AKBP Paksi Eka Syaputra.

Dalam pemeriksaan tersebut, tim mengamankan sampel dari sembilan merek beras berbeda dengan berbagai ukuran kemasan. Seluruh sampel akan diuji di laboratorium bersertifikasi untuk memastikan kualitas dan keasliannya.

“Kami ingin memastikan apakah terjadi pengoplosan atau tidak melalui hasil laboratorium nanti. Pemeriksaan juga akan mencakup izin edar dari setiap merek,” jelas Paksi.

Satgas Pangan menerangkan, dugaan oplosan merujuk pada praktik mencampur beras medium dengan premium lalu dijual sebagai beras premium. Tindakan tersebut melanggar standar mutu pangan dan dapat merugikan konsumen.

“Kalau premium dicampur premium tidak masalah. Yang jadi pelanggaran adalah beras medium yang dicampur menjadi seolah premium,” tambahnya.

Petugas juga meminta pihak perusahaan menunjukkan kelengkapan legalitas seperti invoice izin edar dan sertifikat halal. Pihak gudang disebut koperatif dalam proses pemeriksaan.

Meski begitu, polisi menegaskan bahwa pengecekan mendalam tetap akan dilakukan, termasuk uji laboratorium yang kemungkinan menggunakan fasilitas resmi seperti Sucofindo.

“Kami cari lab yang bersertifikasi dan memiliki poin penjelas lengkap untuk memastikan kualitas dan mutu beras,” tutur Paksi.

Terkait kapan hasil pemeriksaan keluar, Satgas Pangan memastikan akan mempercepat proses demi menjawab kekhawatiran masyarakat.

“Kami upayakan secepatnya, karena ini untuk menjawab keresahan masyarakat,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.