Jelang Angkutan Lebaran 2026, Kemenhub “Sisir” Kapal Penumpang di Batam: Zero Kompromi Soal Keselamatan!

oleh -
Direktorat Perkapalan dan Kelautan (Ditkapel) Dirjen Perhubungan Laut bersama KSOP Khusus Batam melakukan uji petik atau ram check kelaikan kapal penumpang di Pelabuhan Domestik Sekupang, Kamis (22/1/2026).
Kasubdit Ditkapel Direktorat Perkapalan dan Kelautan Kemenhub, Capt. Maltus Jackline dan Kabid Kelaikan Kapal KSOP Batam Hendra Sucipto memeriksa alat keselamatan pelayarn di kapal Emerald of Dumai, Kamis (22/1/2026) (foto denni risman)

LenteraKepri.com, Batam – Menjelang masa angkutan Lebaran 2026, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Perkapalan dan Kelautan (Ditkapel) Dirjen Perhubungan Laut bersama KSOP Khusus Batam melakukan uji petik atau ram check kelaikan kapal penumpang di Pelabuhan Domestik Sekupang, Kamis (22/1/2026).

Uji petik kali ini dilakukan terhadap kapal cepat Emerald of Dumai yang melayani rute Batam–Tanjung Balai Karimun–Dumai, sebagai bagian dari pengawasan intensif keselamatan angkutan laut nasional.

Kasubdit Ditkapel Direktorat Perkapalan dan Kelautan Kemenhub, Capt. Maltus Jackline, menegaskan bahwa ram check ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan kapal penumpang dan kapal wisata menjelang lonjakan penumpang Lebaran.

“Fokus pemeriksaan kami adalah pelabuhan dengan aktivitas penumpang tinggi, terutama kapal penumpang dan kapal wisata. Batam menjadi salah satu prioritas, selain Labuan Bajo di NTT dan Benoa Bali,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh UPT Dirjen Perhubungan Laut di Indonesia melaksanakan ram check secara serentak mulai 19 Januari hingga 19 Februari 2026. Dari total 264 pelabuhan pantau, tim Ditkapel turun langsung ke 15 pelabuhan utama dengan volume angkutan laut tertinggi.

Batam menjadi perhatian khusus karena selain melayani penumpang domestik, juga terdapat angkutan lintas negara dan kapal cepat yang terikat pada konvensi keselamatan internasional.

“Dari kacamata teknis, alat transportasi laut di Batam secara umum sudah cukup baik. Tingkat kepercayaan penumpang juga meningkat karena faktor keselamatan,” jelas Capt. Maltus.

Ia menegaskan, pihak operator kapal wajib memastikan seluruh alat keselamatan berfungsi optimal, baik alat keselamatan langsung maupun tidak langsung, tanpa pengecualian selama periode angkutan Lebaran.

“Tagline kami jelas, Zero Compromise for Safety. Tidak ada toleransi terhadap penyimpangan aturan keselamatan,” tegasnya.

107 Unit Kapal Penumpang di Batam

Sementara itu, Kabid Kelaiklautan Kapal KSOP Batam, Hendra Sucipto, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 107 unit kapal penumpang yang beroperasi di wilayah KSOP Batam, tersebar di lima pelabuhan penumpang.

“Berdasarkan pemeriksaan ram check saat libur Natal dan Tahun Baru, kondisi kapal penumpang di Batam dalam keadaan baik,” katanya.

Hendra juga meminta seluruh operator kapal untuk kooperatif dalam proses pemeriksaan, mengingat keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, operator, dan nakhoda.

“Untuk keselamatan kapal, tidak ada kompromi. Saat kapal berlayar, tanggung jawab penuh ada pada nakhoda terhadap penumpang, kapal, dan lingkungan,” ujarnya.

Melalui uji petik ini, Kemenhub berharap angkutan laut selama Lebaran 2026 dapat berjalan aman, andal, dan bebas dari kecelakaan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat di jalur laut.