Kapolresta Barelang Beberkan Penyebab Riska, si Pemandu Lagu Tewas di Tangan Suaminya Sendiri di Batam

oleh -
Riska
RF, saat ditanyai oleh Kapolresta Barelang saat ekspose. (Foto: Humas Polresta Barelang)

Lentera Batam – Kematian Riska Trisnawati (33), seorang pemandu lagu di tangan suaminya sendiri hingga kini masih menghebohkan masyarakat Batam. Ternyata, pertikaan dalam rumah tangga mereka tidak terjadi kali ini saja.

Bahkan, pelaku bernama RF (37) juga pernah ditikam korban menggunakan gunting sebanyak tiga kali saat perselisihan yang terjadi sebelumnya. Namun pelaku tidak melaporkan hal tersebut dan menyelesaikan secara kekeluargaan.

Malahan, korban juga sering melontarkan omongan yang menyakitkan bagi pelaku, yakni ‘laki-laki tidak berguna’. Kata-kata tersebut terus terngiang di benak pelaku hingga membuatnya sakit hati dan dendam kepada korban.

Baca: Mari Party Bareng Rayakan Malam Pergantian Tahun di ibis Styles Batam Nagoya Hotel

Fakta-fakta tersebut diungkapkan Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto saat menggelar press realease kepada awak media di Mapolreta Barelang, Rabu (7/12/2022).

Ia mengatakan, pembunuhaan ini terjadi pada Rabu (30/11/2022) di dalam kamar rumah di Tanjungsengkuang Kecamatan Batuampar, Kota Batam. Saat itu, pelaku yang baru keluar dari kamar mandi mendekati korban yang tengah memasang jilbab.

Ia menanyakan kepada korban mau dibawa kemana hubungan rumah tangganya karena mereka sudah tidak saling tidak berbicara akhir-akhir ini. Namun korban bersikeras mengatakan ingin bercerai. Hanya saja, pelaku masih mencoba mennangkan dan mengingatkan agar tidak membesar-besarkan masalah kecil.

“Pelaku masih ingin memperbaiki hubungan mereka. Namun korban masih bersikeras untuk bercerai. Pelaku juga berusaha meleluk korban untuk menenangkannya, tapi langsung ditepis dan mendorong pelaku ke kasur sambil memperingati jangan sampai terjadi lagi saling bunuh-bunuhan,” ujar Kapolresta menjabarkan kronologi kejadian.

Baca: Fix, BPOM Pastikan Mikol Asal China Bernama Rio Cocktail yang Beredar di Batam Tidak Terdaftar!

Pelaku pun kembali berdiri dan berusaha memeluk korban sambil mengajak untuk mencoba perbaiki hubungan tersebut. Tiba-tiba, pelaku teringat omongan korban yang mengatakan dirinya ialah lelaki tidak berguna, dan membuat emosinya kembali melunjak.

Sebuah botol yang berada di atas lemari diambil pelaku dan langsung memukul kepala belakang korban hingga terjatuh ke kasur. Celana korban ditarik menggunakan tangan kiri, sedangan tangan kanan memegangi tangan korban.

“Pelaku masih sempat memaksa korbanuntuk berhubungan suami istri. Korban masih sempat meronta, namun pelaku kembali memukul kepala korban menggunakan botol. setelah nafsunya terpuaskan, korban masih meronta dan kembali mendapat pukulan dari botol di bagian dagunya. Kemudian pelaku mencekik leher korban hingga tidak bergerak lagi (meninggal dunia),” tambah Nugoho.

Baca: Warga Adukan Maraknya Curanmor dan Kenakalan Remaja Kepada Kapolresta Barelang dan Kapolsek Bengkong

No More Posts Available.

No more pages to load.