LenteraKepri.com, Batam – Ratusan orang karyawan PT Ghimli Indonesia, Kabil, Nongsa, mendatangi Kantor DPRD Kota Batam, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kedatangan ratusan para karyawan yang mayoritas perempuan dan sudah bekeluarga itu meminta agar DPRD Kota Batam memediasi persoalan karyawan dengan perusahaan.
Para karyawan perusahaan garmen itu, masuk dan duduk di lobi Kantor DPRD Batam, serta ada juga yang duduk di teras luar Kantor DPRD Batam.
Mereka duduk sambil mendengarkan arahan yang disampaikan Ketua Pengurus Cabang (PC) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Ghimli Indonesia, Ramon.
Salah seorang karyawan perempuan, mengaku bernama Dwi, dan bekerja dibagian shewing (jahit) PT Ghimli Indonesia, mengatakan kedatangan mereka juga terkait dengan keterlambatan pembayaran gaji bulan Agustus 2026.
“Memang masih satu bulan. Tapi kami minta agar ada kejelasan kapan perusahaan membayar,” kata Dwi, yang mengaku telah bekerja di perusahaan itu sejak tahun 2008.
Selain soal gaji satu bulan itu, sebut Dwi, mereka juga menyampaikan pengaduan, pendampingan dan perlindungan jika sewaktu-waktu terjadi pemutusan hubungan kerja massal terhadap ratusan karyawan garmen yabg berada di kawasan Industri Tunas tersebut.
“Kami merasa sangsi dengan perusahaan, sebab para karyawan – karyawan yang ekspatriat yang itu saja sudah pada ke Singapura semua,” ucap Dwi.
Perusahaan ini, tutur Dwi, memproduksi berbagai jenis pakaian jadi berbagai merek, dan diekspor keberbagai negara.
“Sekarang memang masih kerja, dan produksi. Tapi baju-baju produk yang diproduksi tidak lagi bermerek,” kata Dwi.








