LenteraKepri.com, Batam – Upaya meningkatkan keselamatan pelayaran bagi masyarakat pesisir terus digalakkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam. Selasa (21/10/2025), KSOP Batam menggelar kampanye keselamatan pelayaran di Kantor Camat Sagulung. Saat bersamaan diserahkan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 30 dan 60 mil, e-Pas Kecil, serta 75 life jacket gratis untuk motoris kapal dan nelayan setempat.
Kepala KSOP Khusus Batam, M. Takwin Masuku, menyebutkan kegiatan ini merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin keselamatan di laut.
“Ini kegiatan yang berkelanjutan, dan sudah ketiga kalinya kami lakukan. Kami akan terus berkoordinasi dengan camat dan lurah untuk mendata kapal-kapal masyarakat yang belum memiliki dokumen pelayaran,” ujar Takwin.
Menurutnya, pendataan dilakukan agar KSOP dapat turun langsung melakukan pengukuran kapal serta menerbitkan dokumen resmi seperti e-Pas Kecil dan SKK bagi para motoris.
“Program ini untuk memberikan kepastian keselamatan pelayaran, baik bagi motoris kapal maupun masyarakat yang setiap hari menggunakan moda transportasi laut,” tambahnya.
800 Kapal Nelayan Sudah Kantongi e-Pas Kecil
Sejak akhir 2024, KSOP Batam telah menerbitkan hampir 800 e-Pas Kecil bagi kapal tradisional dan nelayan. Tahun ini, ditargetkan penambahan 200 hingga 300 dokumen baru, tergantung laporan dari kecamatan dan kelurahan.
“Untuk kegiatan hari ini, kami serahkan 90 e-Pas Kecil dan 40 SKK, semuanya gratis. Dengan dokumen ini, pemilik kapal memiliki legalitas sah sekaligus kemudahan mengurus BBM bersubsidi,” jelas Takwin.
Ia menegaskan, kepemilikan e-Pas Kecil tidak sekadar urusan administrasi, tetapi juga membuka akses ke berbagai fasilitas resmi, termasuk bantuan pemerintah.
Stasiun Life Jacket Siap Hadir di Sagulung
Selain dokumen pelayaran, KSOP Batam juga menggencarkan edukasi keselamatan dengan mendirikan stasiun life jacket. Saat ini, dua stasiun telah beroperasi di Sekupang dan Belakangpadang, dan segera menyusul dua lokasi lain di Sagulung serta Pulau Buluh–Bulang.
“Karena stasiun di Sagulung belum ada, kami bagikan langsung 75 life jacket hari ini. Nantinya, sistemnya bergilir—ambil di stasiun, pakai, lalu kembalikan. Jadi lebih terkontrol,” terang Takwin.
Ke depan, KSOP juga akan mewajibkan penggunaan life jacket bagi penumpang kapal sebagai langkah preventif.
“Kami akan edukasi masyarakat secara bertahap. Kalau sudah ada stasiun, tidak boleh lagi naik kapal tanpa life jacket. Ini demi keselamatan mereka sendiri,” tegasnya.
Dukungan DPRD Batam
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, M. Rudi, yang memberikan apresiasi atas program KSOP Batam.
“Kami berterima kasih kepada KSOP dan seluruh pihak yang terlibat. Program ini sangat bermanfaat bagi nelayan dan masyarakat kita,” ujarnya.
M. Rudi juga menegaskan pentingnya keberlanjutan program tersebut.
“Selain membantu nelayan memiliki dokumen resmi, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya keselamatan saat melaut,” tambahnya.
Keselamatan Laut Jadi Tanggung Jawab Bersama
Dengan program berkelanjutan ini, KSOP Batam berharap kesadaran masyarakat pesisir tentang pentingnya keselamatan pelayaran semakin meningkat.
“Kami ingin memastikan setiap kapal yang berlayar dari Batam sudah memenuhi aspek legalitas dan keselamatan. Karena keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Takwin. (kv)








