Kumpulkan Kadispora Se-Indonesia, Erick Thohir Dorong Transformasi Pemuda dan Olahraga

oleh -
oleh
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dalam Forum Nasional Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (15/10/2026). (Humas Kemenpora)

LenteraKepri.com, Batam – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh kepala dinas pemuda dan olahraga (dispora) serta pemangku kepentingan di daerah untuk mengubah perspektif terhadap pembangunan sektor kepemudaan dan keolahragaan.

Menurut Erick, kedua sektor tersebut perlu ditempatkan sebagai prioritas pembangunan nasional, bukan sekadar urusan administratif pemerintah atau penyelenggaraan kegiatan olahraga. Pesan tersebut disampaikan Erick dalam Forum Nasional Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Forum ini dihadiri jajaran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), kepala dinas, serta pimpinan dispora dari seluruh Indonesia.

“Menjelang 100 tahun Sumpah Pemuda dan puncak bonus demografi, sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk mendorong sektor kepemudaan dan keolahragaan naik kelas,” ujar Erick dalam siaran pers, Sabtu (17/10/2026).

Dengan sekitar 130 juta penduduk Indonesia berusia di bawah 30 tahun, pembangunan kepemudaan dinilai perlu mendapat perhatian lebih besar dan terintegrasi hingga tingkat daerah.

Kemenpora telah menyiapkan sejumlah langkah transformatif untuk memperkuat sektor kepemudaan, mulai dari penguatan regulasi hingga perbaikan tata kelola organisasi kepemudaan.

Salah satu upaya yang didorong adalah percepatan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepemudaan agar pembangunan pemuda menjadi bagian dari tugas pokok dan fungsi pemerintah, termasuk di tingkat daerah. Erick juga mendorong penataan organisasi dan regenerasi organisasi kepemudaan (OKP).

Langkah tersebut mencakup penertiban dualisme kepengurusan melalui verifikasi bersama Kementerian Hukum serta pembahasan batas usia pemuda dan pembatasan periode kepemimpinan organisasi. Di luar aspek regulasi dan organisasi, Kemenpora menyiapkan sejumlah program untuk memperluas kesempatan pengembangan diri bagi generasi muda.

Program tersebut meliputi peluncuran Career Hub, perluasan program magang bersama badan usaha milik negara (BUMN) dan sektor swasta, serta Wirausaha Youth Camp. Baca juga: Kemenpora Gelar Seleksi Terbuka Direktur Pengelolaan Aset dan Usaha Keolahragaan Kemenpora juga mendorong ketersediaan ruang berekspresi bagi pemuda untuk membahas berbagai isu, seperti kesehatan mental, ekonomi hijau, dan teknologi.

Dorong olahraga jadi penggerak ekonomi daerah Di sektor olahraga, Erick mengajak pemerintah daerah untuk memandang olahraga sebagai investasi yang memberikan manfaat bagi perekonomian, kesehatan masyarakat, dan pembentukan karakter bangsa. “Potensi industri olahraga dan wisata olahraga (sport tourism) di Indonesia masih dapat dikembangkan,” ucap dia.

Erick menjabarkan, nilai industri olahraga global mencapai sekitar Rp 8.000 triliun, sedangkan Indonesia baru menggarap sekitar Rp 40 triliun atau 0,5 persen dari potensi tersebut. Oleh karena itu, pemerintah daerah didorong untuk mengoptimalkan potensi wisata olahraga sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Salah satu contohnya adalah penyelenggaraan MotoGP Mandalika yang disebut memberikan dampak ekonomi sebesar Rp 5,2 triliun. Potensi wisata selancar (surfing) di berbagai daerah juga dapat dikembangkan untuk menggerakkan ekonomi lokal.

Selain mengembangkan potensi ekonomi, Erick menyoroti urgensi pengelolaan fasilitas olahraga agar tidak terbengkalai atau justru membebani anggaran daerah melalui biaya perawatan. Untuk itu, Kemenpora bersama Kementerian Dalam Negeri serta Kementerian Usaha Mikro Kecil da Menengah (UMKM) telah menerbitkan payung hukum berupa surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri.

Kebijakan tersebut mendorong pemerintah daerah untuk menjalin kerja sama operasional (KSO) dengan pihak swasta atau klub olahraga secara transparan tanpa menghilangkan kepemilikan aset daerah.

Erick juga mengajak pemerintah daerah mengaktifkan kegiatan olahraga masyarakat, seperti car free day (CFD), di 514 kabupaten dan kota. Selain meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung upaya menekan beban anggaran kesehatan daerah serta membentuk kedisiplinan generasi muda.

Perhatian terhadap keberlanjutan karier atlet juga menjadi bagian dari agenda yang didorong Kemenpora. Erick mendorong program sertifikasi bagi mantan atlet disabilitas agar mereka tetap memiliki kesempatan berkarya dan mengajar di sekolah-sekolah khusus.

“Saya bisa, Bapak dan Ibu di daerah juga pasti harus bisa. Mari kita bangun perspektif baru bahwa sektor pemuda dan olahraga adalah prioritas. Antara pemerintah pusat dan daerah kita harus saling mendukung untuk menciptakan perubahan besar bagi bangsa ini,” tegas Erick. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.