Listrik Mati, Internet Ikut Tumbang! Warga Batam Ramai-Ramai Mengungsi ke Mal dan Kafe

oleh -
Listrik Mati, Internet Ikut Tumbang! Warga Batam Ramai-Ramai Mengungsi ke Mal dan Kafe
Warga Batam rame-rame pergi ke mall dan kafe untuk cari wifi dan charger batrai saat blackout terjadi Senin (12/10/2026) (ilustrasi/AI

LenteraKepri.com, Batam – Pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (12/10/2026), memaksa warga mencari cara agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan. Sejumlah pusat perbelanjaan dan kafe mendadak dipadati masyarakat yang membutuhkan akses internet, listrik, dan tempat untuk bekerja.

Sejak sekitar pukul 10.00 WIB hingga siang hari, kawasan K-Square Batam terlihat ramai oleh warga yang datang silih berganti. Area parkir yang biasanya relatif lengang dipenuhi kendaraan masyarakat yang berusaha mencari lokasi nyaman untuk menyelesaikan pekerjaan.

Fenomena serupa juga terlihat di sejumlah pusat perbelanjaan besar, seperti Nagoya Mall, BCS Mall, dan Grand Batam Mall. Warga memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk tetap terhubung dengan internet di tengah gangguan listrik dan jaringan komunikasi.

Bagi para pekerja yang mengandalkan laptop dan telepon genggam, mencari tempat dengan akses WiFi menjadi pilihan agar pekerjaan tidak terbengkalai.

Kafe dan Mal Jadi Tempat Kerja Darurat

Blackout yang berlangsung sejak pagi membuat sebagian warga kesulitan menjalankan aktivitas profesional dari rumah. Kondisi tersebut mendorong mereka berpindah ke kafe dan mal yang masih memiliki akses internet serta pasokan listrik.

Sejumlah pengunjung memesan makanan dan minuman sembari memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk bekerja. Meja-meja kafe pun berubah menjadi ruang kerja sementara bagi masyarakat yang membutuhkan koneksi internet.

Namun, meningkatnya jumlah pengunjung turut menimbulkan persoalan baru.

Sejumlah kafe dilaporkan mengalami keterbatasan bahan bakar untuk mengoperasikan mesin generator set (genset). Akibatnya, beberapa tempat usaha terpaksa menghentikan operasional atau menolak pengunjung karena tidak lagi mampu menyediakan fasilitas yang dibutuhkan.

Situasi ini memperlihatkan besarnya ketergantungan aktivitas masyarakat perkotaan terhadap pasokan listrik dan jaringan internet, terutama bagi pekerja yang harus tetap menjalankan tugas di tengah gangguan infrastruktur.

Pemburu WiFi Picu Kepadatan Lalu Lintas

Lonjakan warga yang bergerak menuju pusat perbelanjaan juga berdampak pada kondisi lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Batam.

Arus kendaraan menuju mal dan kawasan komersial meningkat seiring banyaknya masyarakat yang mencari tempat untuk bekerja sekaligus mengisi daya perangkat elektronik.

Kepadatan kendaraan bahkan dilaporkan memicu kemacetan di sejumlah akses menuju pusat perbelanjaan.

Blackout yang semula mengganggu pasokan listrik akhirnya turut memengaruhi mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di berbagai kawasan Kota Batam.

PLN Batam Minta Maaf, Penyebab Blackout Masih Diselidiki

Sebelumnya, PT PLN Batam menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik berskala luas yang terjadi pada Senin (12/10/2026).

Manager Komunikasi PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, mengatakan tim teknis telah dikerahkan untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan. Fokus utama penanganan adalah menormalkan jaringan secara bertahap dengan memprioritaskan fasilitas pelayanan publik dan objek vital nasional.

Fasilitas yang menjadi perhatian antara lain bandara, rumah sakit, pelabuhan, serta sejumlah fasilitas strategis lainnya.

“Pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memberikan perhatian khusus pada pasokan listrik untuk objek vital dan fasilitas pelayanan publik, seperti bandara, rumah sakit, pelabuhan, serta fasilitas strategis lainnya,” kata Yoga, dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, tim teknis telah disiagakan sejak pukul 08.49 WIB untuk mempercepat proses penormalan jaringan dengan tetap memperhatikan keselamatan operasional.

Meski demikian, penyebab utama gangguan kelistrikan tersebut belum dapat dipastikan.

“Untuk penyebab gangguan kami belum tahu, untuk saat ini kami prioritaskan recovery sistem dulu, dan penormalan listrik seluruh jaringan, nanti akan kami update terus,” ujarnya.

PLN Batam juga menyampaikan penyesalan atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan selama pemadaman berlangsung.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengapresiasi kesabaran serta pengertian seluruh masyarakat selama proses pemulihan berlangsung,” tambahnya.

Peristiwa blackout ini menjadi pengingat bahwa gangguan pasokan listrik tidak hanya berdampak pada penerangan rumah, tetapi juga memengaruhi konektivitas internet, produktivitas pekerja, operasional usaha, hingga kelancaran lalu lintas.

Di tengah upaya pemulihan jaringan, masyarakat Batam masih menantikan penjelasan mengenai penyebab gangguan serta langkah yang akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

No More Posts Available.

No more pages to load.