LenteraKepri.com, Batam – Industri pariwisata Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, terus menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data terbaru, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam telah menembus angka 1 juta kunjungan hingga Agustus 2025, dengan dominasi turis asal Singapura dan Malaysia.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Ardiwinata, menyampaikan optimisme bahwa target 1,5 juta kunjungan wisman hingga akhir tahun 2025 akan tercapai sesuai rencana.
“Data kunjungan wisatawan menunjukkan tren yang sangat bagus dan terus meningkat. Kami optimistis target 1,5 juta kunjungan tahun ini bisa tercapai,” ujar Ardi, Kamis (29/10/2025).
Ardi menambahkan, rata-rata kunjungan wisatawan ke Batam kini mencapai 130.000 orang per bulan. Dengan capaian satu juta lebih hingga Agustus, pihaknya hanya membutuhkan sekitar 500.000 kunjungan tambahan hingga akhir tahun untuk menembus target tahunan.
“Trennya sangat baik. Jika dibandingkan dengan tahun 2019, tingkat kunjungan pada bulan-bulan tertentu sudah kembali seperti sebelum pandemi,” ujarnya.
Naik 22 Persen Dibanding Tahun Lalu
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara hingga Agustus 2025 naik sekitar 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ini menjadi sinyal kuat bahwa Batam telah pulih sepenuhnya dari dampak pandemi COVID-19, serta menunjukkan daya tarik pariwisata yang semakin kuat di kawasan perbatasan Indonesia-Singapura.
BPS mencatat, selain wisatawan asal Singapura dan Malaysia, wisatawan dari Tiongkok, India, dan Vietnam juga mulai menunjukkan peningkatan signifikan seiring kemudahan akses transportasi laut dan udara ke Batam.
Pariwisata Dongkrak PAD Batam
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut baik capaian tinggi sektor pariwisata tersebut. Menurutnya, pariwisata menjadi salah satu penopang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam, bersama sektor pajak hotel, restoran, dan perdagangan.
“Secara konkret, PAD Batam sangat ditopang oleh sektor pariwisata. Aktivitas wisata memberikan dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat, terutama di sektor jasa dan perdagangan,” ujar Amsakar.
Ia menegaskan, pemerintah terus berupaya meningkatkan fasilitas pendukung wisata, mulai dari penataan destinasi, pengembangan event internasional, hingga promosi pariwisata digital untuk menarik lebih banyak kunjungan.
Batam Makin Dilirik Wisatawan Asing
Daya tarik Batam sebagai destinasi wisata unggulan terus meningkat berkat lokasinya yang strategis di jalur perbatasan internasional, serta akses cepat melalui kapal ferry dari Singapura dan Malaysia.
Sejumlah destinasi favorit seperti Barelang Bridge, Pantai Nongsa, Kampung Tua Tanjung Uma, dan area wisata Marina menjadi magnet utama bagi turis asing yang ingin menikmati liburan singkat di Indonesia.
Dengan laju pertumbuhan wisatawan yang konsisten, Batam diyakini akan menjadi pintu gerbang utama pariwisata Indonesia di kawasan barat, sekaligus pusat kegiatan ekonomi berbasis wisata.








