Mendagri Kunjungi Lokasi Gempa NTT, Siapkan Prioritas Penanganan Korban

oleh -
oleh
Mendagri Tito Karnavian.

LenteraKepri.com, Batam – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan telah mengantongi rencana prioritas dalam rangka penanganan korban bencana gempa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal ini ia sampaikan kepada wartawan usai melakukan peninjauan dan berdialog dengan warga di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara.

Langkah ini dimulai dengan mempercepat pemulihan jaringan listrik dan penyaluran logistik, khususnya sembako untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Jadi prioritas listrik, kemudian makanan. Makanan logistik mereka sangat minta sekali,” ujar Mendagri, Senin (17/8/2026).

Mendagri menambahkan, ia akan berkomunikasi dengan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar pemulihan jaringan listrik di Manggarai Timur menjadi prioritas.

Pasalnya, pembangkit dan gardu induk tidak mengalami kerusakan. Gangguan listrik lebih disebabkan oleh tiang-tiang yang roboh akibat guncangan gempa.

“Pembangkit listrik enggak ada yang rusak. Persoalannya adalah tiang-tiangnya ada yang roboh, jaringan yang dari gardu ke rumah. Itu problemnya,” urainya.

Ia berharap listrik yang kembali menyala dapat mendukung pemulihan jaringan telekomunikasi agar warga bisa kembali berhubungan dengan keluarganya di luar wilayah.

“Kalau listriknya sudah mati, mau enggak mau sinyal handphone juga off juga. Nah, itu mungkin hal-hal yang prioritas yang kita kerjakan,” katanya.

Selain listrik dan logistik, Mendagri memastikan akan berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin guna memberikan dukungan tenaga medis di lokasi terdampak bencana.

Hal ini untuk memperkuat posko warga dan Basarnas di Kecamatan Lamba Leda Utara yang menjadi salah satu wilayah terparah akibat gempa.

“Segera akan saya telepon Pak Menkes untuk mengirim pasukan beliau, termasuk obat-obatan, relawan medis beliau,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Mendagri juga mengapresiasi TNI Angkatan Laut yang akan menerjunkan Rumah Sakit Terapung KRI dr. Soeharso ke perairan Manggarai Timur.

“Kalau bisa kita dorong juga Rumah Sakit Angkatan Laut yang kapal yang besar itu, (KRI) Soeharso untuk di (wilayah) Reo. Itu akan sangat banyak membantu sekali,” tutupnya.

Sebagai informasi, Mendagri meninjau Desa Satar Kampas usai memimpin upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur.
Mendagri tiba di lokasi bersama Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii serta Bupati Manggarai Timur Agas Andreas.

Kota Padang Siapkan 5 Ton Rendang

Wali Kota Padang Fadly Amran menghadiri kegiatan memasak rendang untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang digelar Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat (Sumbar) bersama Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang) Sumbar di Kantor LKAAM Sumbar, Senin, 17 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, kedua organisasi menyiapkan 5 ton rendang bagi masyarakat terdampak gempa NTT yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

Fadly mengapresiasi langkah cepat Gebu Minang Sumbar dan LKAAM Sumbar dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Ia mengatakan, aksi tersebut menunjukkan kuatnya semangat kepedulian dan gotong royong masyarakat Minangkabau dalam menghadapi bencana.

Menurutnya, musibah dapat terjadi kapan dan di mana saja sehingga kepedulian terhadap sesama perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

Fadly meminta proses memasak dilakukan dengan memanfaatkan Sentra Rendang Kota Padang. Pemerintah Kota Padang juga siap memberikan dukungan agar target 5 ton rendang tersebut segera terpenuhi.

“Kami juga mengajak berbagai pihak di Sumbar untuk bersama-sama mendukung gerakan kemanusiaan ini. Ketika Kota Padang mengalami gempa bumi pada 2009 dan bencana hidrometeorologi pada 2025 lalu, banyak pihak yang datang membantu. Karena itu, saat saudara-saudara kita di NTT menghadapi musibah, sudah sepatutnya kita hadir dan memberikan bantuan,” ujar Fadly.

Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar mengatakan, sebanyak 700 kilogram rendang telah dikirim melalui penerbangan TNI Angkatan Udara. Bantuan tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana di NTT.
“Target kita sebanyak 5 ton rendang, dan akan kita kirim secara bertahap. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di NTT,” ujarnya.

Fauzi Bahar mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong berbagai unsur masyarakat Minangkabau seperti Bundo Kanduang, Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau (Hipermi), dan Gebu Minang Peduli.

Ia menjelaskan, rendang dipilih sebagai bantuan karena merupakan makanan siap santap, tahan lama, dan praktis dikonsumsi oleh warga di lokasi bencana. Ia berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat sekaligus menjadi bentuk kepedulian masyarakat Minangkabau kepada warga yang sedang menghadapi musibah.

No More Posts Available.

No more pages to load.