LenteraKepri.com, Batam – Minyak goreng subsidi Minyakita dilaporkan langka di sejumlah toko eceran di Kota Batam. Stok bahkan disebut sudah kosong hingga dua pekan terakhir. Hal ini membuat warga kesulitan mendapatkan minyak dengan harga terjangkau.
Salah satu pedagang eceran, Siregar, mengaku sudah kehabisan stok Minyakita sejak sekitar dua minggu lalu.
“Sudah kurang lebih dua minggu stok kosong,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Warga Keliling, Tetap Tak Dapat
Kelangkaan ini juga dirasakan langsung oleh warga. Nanik, seorang ibu rumah tangga di kawasan Batam Center, mengaku sudah berkeliling ke berbagai toko namun belum berhasil menemukan Minyakita.
“Kalau Minyakita kan lebih ekonomis. Kalau yang premium mahal,” katanya.
Kondisi ini membuat sebagian masyarakat terpaksa beralih ke minyak goreng premium yang harganya jauh lebih tinggi.
Disperindag: Pasokan Masih Aman
Meski terjadi kelangkaan di tingkat pengecer, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam memastikan pasokan minyak goreng secara umum masih mencukupi.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Batam, Wahyu Daryatin, mengakui adanya penurunan stok di lapangan, namun menegaskan kondisi belum mengkhawatirkan.
“Kebutuhan di Batam rata-rata masih terpenuhi. Memang ada sedikit penurunan stok, tapi secara umum masih aman,” ujarnya seperti dikutip gokepri, Selasa (7/4/2026).
Faktor Global & Distribusi Jadi Penyebab
Menurut Wahyu, gejolak pasokan ini dipengaruhi faktor eksternal, termasuk kondisi global yang berdampak pada rantai distribusi pangan.
Pasokan minyak goreng Batam sendiri selama ini bergantung dari daerah lain seperti Medan, Pekanbaru, dan Jakarta, selain dari produsen lokal.
Selain itu, kebijakan domestic market obligation (DMO) dari pemerintah pusat menjadi penopang utama agar pasokan Minyakita tetap tersedia di pasar domestik.
Harga Premium Melambung
Di tengah kelangkaan Minyakita, harga minyak goreng premium di pasaran kini berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp45.000 per liter. Harga tersebut jauh lebih tinggi karena tidak diatur dalam harga eceran tertinggi (HET).
Sementara itu, Minyakita tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena harganya yang disubsidi dan lebih terjangkau.
Disperindag Batam memastikan akan terus memantau kondisi distribusi agar pasokan tetap stabil.
“Sampai saat ini masih aman. Ke depan tentu akan terus kami pantau, karena semua tergantung pada kebijakan dan kondisi distribusi nasional,” kata Wahyu.






