LenteraKepri.com, Jerez – Dua pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, mengukir nasib berbeda pada hari pertama MotoGP Spanyol 2026 yang digelar di Sirkuit Jerez, Jumat (24/4/2026).
Mengaspal di kelas Moto3 bersama Honda Team Asia, Veda Ega Pratama tampil belum maksimal sejak sesi Free Practice 1 (FP1). Pembalap berusia 17 tahun itu hanya mampu finis di posisi ke-24 dari 26 rider setelah mencatatkan waktu terbaik 1 menit 46,808 detik.
Catatan tersebut membuat Veda tertinggal hampir dua detik dari pembalap tercepat, Maximo Quiles dari Aspar Team.
Performa Veda sedikit membaik pada sesi practice. Ia berhasil memangkas waktu lap menjadi 1 menit 44,860 detik. Namun, peningkatan tersebut belum cukup untuk membawanya lolos langsung ke Q2 setelah hanya finis di posisi ke-16.
Hasil ini membuat Veda harus memulai perjuangan dari sesi kualifikasi awal demi merebut posisi старт yang lebih baik pada balapan nanti.
Berbeda dengan Veda, performa impresif justru ditunjukkan oleh Mario Suryo Aji di kelas Moto2. Rider asal Magetan ini membuka sesi dengan finis di posisi ke-16 pada FP1 dengan catatan waktu 1 menit 40,235 detik.
Mario kemudian tampil lebih agresif pada sesi practice. Ia sukses menembus posisi delapan besar dengan waktu terbaik 1 menit 39,384 detik, sekaligus memastikan tiket langsung ke Q2.
Catatan waktu Mario hanya terpaut 0,411 detik dari pembalap tercepat, Senna Agius dari tim IntactGP.
Menariknya, Mario sempat berada di posisi kedua sebelum akhirnya turun ke posisi kedelapan di akhir sesi. Meski demikian, hasil ini tetap menjadi modal positif bagi pembalap Honda Team Asia tersebut untuk menghadapi sesi kualifikasi.
Hari pertama MotoGP Spanyol 2026 pun menghadirkan cerita kontras bagi dua wakil Indonesia. Di saat Veda harus berjuang lebih keras dari bawah, Mario justru membuka peluang besar untuk старт dari posisi strategis.
Keduanya dijadwalkan kembali turun lintasan pada Sabtu (25/4/2026) untuk melanjutkan perjuangan di kelas masing-masing.
Sumber: bolasport







