LenteraKepri.com, Batam – International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 resmi ditutup di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Depok, Jawa Barat, Selasa (6/10/2026).
Penutupan ini menjadi momentum apresiasi bagi para peserta sekaligus menegaskan pentingnya penguatan fondasi matematika dan sains, penalaran, serta kemampuan pemecahan masalah.
Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian IMSO ke-23. Menurutnya, seluruh peserta merupakan anak-anak muda yang telah mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik.
“Saya mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah meraih prestasi luar biasa dan medali emas. Bagi kami, seluruh peserta adalah anak-anak muda hebat yang telah mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik,” ujar Didik.
Ia mengatakan, selama enam hari pelaksanaan IMSO ke-23, berbagai kegiatan telah sukses dijalankan, mulai dari seminar internasional, malam kebudayaan, hingga wisata edukasi ke Taman Mini Indonesia Indah. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum IMSO, dewan juri, serta seluruh panitia dan sukarelawan yang telah bekerja keras hingga kompetisi berjalan lancar.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum IMSO, Raden Ridwan Hasan Saputra, mengatakan IMSO bukan sekadar kompetisi akademik. Menurutnya, selama pelaksanaan kompetisi, para peserta juga menunjukkan sportivitas, ketangguhan, serta semangat persahabatan global.
“IMSO jauh lebih dari sekadar kompetisi. Ini adalah sebuah keluarga besar internasional yang dipersatukan oleh semangat penemuan dan rasa saling menghormati,” ujar Ridwan.
Ia menilai keberanian peserta untuk tampil di panggung internasional, ketekunan menghadapi setiap soal, serta persahabatan yang terjalin merupakan pencapaian yang jauh lebih bernilai daripada medali. Ia juga menyebut para peserta sebagai duta sains dan matematika yang diharapkan dapat membawa pengalaman untuk membangun dunia yang lebih cerah dan bersatu.
Dari sisi akademik, laporan Komite Akademik Bidang Sains menunjukkan bahwa peserta secara umum memiliki pemahaman yang baik terhadap berbagai konsep sains. Namun, peserta masih perlu memperdalam konsep dan memahami penerapannya secara lebih luas.
Juri menemukan sejumlah kekeliruan konsep pada materi penyajian grafik, gravitasi dan percepatan, arus dan hambatan listrik, penguapan dan kondensasi, serta perbedaan unsur, senyawa, dan campuran.
Pada tes eksperimen, kemampuan komunikasi dan kerja sama tim peserta mendapat apresiasi. Namun, sebagian peserta masih lebih mengandalkan pengamatan dibandingkan menerapkan konsep ilmiah. Beberapa peserta juga masih mengalami kesulitan mengolah data menjadi grafik yang tepat. Meski demikian, juri menilai IMSO ke-23 merupakan salah satu kompetisi yang paling ketat, dengan selisih nilai yang sangat tipis antara peraih medali perak dan perunggu.
Sementara itu, Komite Akademik Bidang Matematika melaporkan bahwa IMSO ke-23 menghadirkan 207 matematikawan muda dari 23 negara. Soal yang diberikan dirancang untuk menguji kelancaran matematis, penalaran logis, pemahaman konseptual, dan keterampilan pemecahan masalah secara kreatif melalui tiga bagian ujian, yakni isian singkat, uraian, dan eksplorasi.
Data kinerja tahun ini menunjukkan rerata skor keseluruhan sebesar 24,43 dengan skor individu tertinggi mencapai 65. Tingkat kesulitan soal disebut jauh lebih tinggi dibandingkan IMSO sebelumnya. Namun, peningkatan tersebut dirancang untuk mendorong peserta keluar dari zona nyaman dan berhadapan dengan persoalan baru yang menantang.
Para peserta juga didorong untuk tidak mengukur keberhasilan hanya berdasarkan skor, tetapi menjadikan IMSO sebagai tonggak evaluasi dalam perjalanan belajar matematika.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi katalis untuk mengasah kemampuan pemecahan masalah sehingga peserta dapat kembali dengan lebih kuat, lebih bijak, dan lebih siap menghadapi kompetisi mendatang.
Dalam kompetisi tahun ini, Indonesia berhasil meraih 61 medali, terdiri atas 6 medali emas, 27 medali perak, dan 28 medali perunggu. Capaian tersebut diraih melalui rangkaian kompetisi Teori I, Teori II, Eksplorasi Matematika, dan Eksperimen Sains yang menguji kemampuan penalaran, pemecahan masalah, eksplorasi, dan eksperimen para peserta.
Selain penghargaan berdasarkan perolehan medali, IMSO-23 juga memberikan apresiasi kepada peserta dengan capaian terbaik pada sejumlah kategori khusus dalam bidang Science dan Math.
Pada Bidang Science:
Best Overall: Foong Jing Jie, Singapore
Best Theory: Tahmid Hasan, Bangladesh
Best Experiment: Jesse Ender Silverio Aclan, Philippines
Bidang Matematika:
Best Overall: Yang Jiashu, Singapore
Best Theory: Nguyen Quang Vinh, Vietnam
Best Exploration: Liu Yixuan, Singapore
Kategori STEM Presentation Terbaik:
1st Place: Hong Kong
2nd Place: Morocco
3rd Place: Thailand
4th Place: Vietnam
5th Place: Indonesia
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi bagi peserta yang menunjukkan kemampuan terbaik dalam menghadapi berbagai tantangan Matematika dan Sains selama kompetisi berlangsung.
Dr. Raden Ridwan Hasan Saputra, M.Si., Chairman of IMSO, Anggota Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sekaligus Presiden Direktur KPM, menyampaikan pesan kepada seluruh peserta,
“Anda semua adalah juara sejati. Keberanian untuk melangkah ke panggung internasional ini, kegigihan yang Anda tunjukkan dalam menghadapi setiap tantangan, serta persahabatan seumur hidup yang Anda jalin di sini merupakan pencapaian yang jauh lebih besar daripada medali apa pun”, kata Ridwan Hassan.
Selain kompetisi akademik, IMSO-23 juga mempertemukan para delegasi dalam Cultural Night & Gift Exchange sebagai ruang untuk berbagi budaya dan mempererat persahabatan.
Kegiatan ini turut diisi dengan sejumlah penghargaan, yaitu People’s Choice Awards, The Best Costume Awards, Spirit of Culture Awards, Friendship Awards, The Rookie Star Awards, dan The Most Outstanding Awards.
Para penerima penghargaan:
People’s Choice Awards: Filipina
The Best Costume Awards: Mongolia
Spirit of Culture Awards: Lao PDR
Friendship Awards: Bangladesh
The Rookie Star Awards: Nepal
The Most Outstanding Awards: India
Penghargaan tersebut melengkapi capaian akademik para peserta sekaligus menjadi apresiasi atas kreativitas, semangat budaya, persahabatan, dan kontribusi mereka selama mengikuti IMSO-23.
Penyelenggaraan IMSO-23 dilaksanakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) bersama Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah selaku Local Committee Organizer, dengan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Dasar.
Kolaborasi ini menghadirkan Indonesia sebagai ruang pertemuan talenta muda dunia, tempat Matematika dan Sains menjadi bahasa bersama untuk belajar, berkompetisi, dan membangun persahabatan lintas negara.
Dengan berakhirnya Awarding & Closing Ceremony, IMSO-23 resmi menutup rangkaiannya di Indonesia. Dari tempat IMSO pertama kali digagas dan diselenggarakan, ajang ini kembali mempertemukan generasi muda dari berbagai negara melalui Matematika dan Sains, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya pengalaman, inspirasi, dan persahabatan lintas negara.
Peraih Medali Emas IMSO-23 Bidang Matematika
Aiden Gracio – Indonesia
Marvell Evodiaz Jaya – Indonesia
Edward Raymond Saputra – Indonesia
Caleb Elias Dharmawirya – Indonesia
Yap Xuan Cheng – Malaysia
Tan Ze Ern – Malaysia
Ong Jing Hao – Malaysia
Alistair Ivan Yao Siahingco – Philippines
Adrian Jeric Cheng Ang – Philippines
Yang Jiashu – Singapore
Liu Yixuan – Singapore
Wan Yucheng – Singapore
Li Weixi – Singapore
Sun Leyang – Singapore
Deng Yu – Singapore
Li Chenming – Singapore
Feng Yunrong – Singapore
Wu Muke – Singapore
Nguyen Quang Vinh – Vietnam
Nguyen Xuan Duc Minh – Vietnam
Luu The An – Vietnam
Nguyen Tan Phong – Vietnam
Vu Nguyen Minh Nhat – Vietnam
Cao Minh Khoi – Vietnam
Peraih Medali Perak IMSO-23 Bidang Matematika
Arijit Saha – Bangladesh
Ehan Abrad Rahman – Bangladesh
Md Samin Saif – Bangladesh
Shen, Zijie – China
Cheng, Ziyu – China
Li, Jiayi – China
Ye, Yixuan – China
Ethan Mark Jusuf – Indonesia
Syahdan Ali Prayitno – Indonesia
Alvaro Allinson Kristanto – Indonesia
Raees Balapati Pradana – Indonesia
Aydin Azzam Ahyastara – Indonesia
Patrick Alvaro Tjoa – Indonesia
Jefferson Aldrich Wijaya – Indonesia
Rayhan Satya Mahendra – Indonesia
Alfarizi Ferdifiansyah – Indonesia
Morgan Joe Tanoto – Indonesia
Charles Delano – Indonesia
Timothy William Susyanto The – Indonesia
Azfar Hamizan Syafiq Saqiri – Indonesia
Souksamelansai Phommisith – Laos
Chong Chee Him – Malaysia
Law Hong Hoe – Malaysia
Sean Yap – Malaysia
Pee Yong Hao – Malaysia
Leong Mun Hoong – Malaysia
Jeian Jamaine Co Chua – Philippines
Caiser Charleton Chua So – Philippines
Jhomson Jencen Co Chua – Philippines
Feng Jiankun – Singapore
Song Jinbei – Singapore
Elroy Tan Jun Xi – Singapore
Reshma Menal Ferdinando – Sri Lanka
Herath Mudiyanselage Senuk Thevjan Herath – Sri Lanka
Wira Arunruangsiriloet – Thailand
Photchara Chaiprasert – Thailand
Saharat Rujiwiphat – Thailand
Pakin Pimkote – Thailand
Theerawat Chantarotai – Thailand
Papitchaya Kitsermsub – Thailand
Axel Wuisan – USA
Stephen Sandy – USA
Abdusattorov Sherkhon Sherdil Ugli – Uzbekistan
Phan Nhat Minh – Vietnam
Uong Minh Duc – Vietnam
Dinh Huy Tuan – Vietnam
Nguyen Doan Thai Lam – Vietnam
Ngo Minh Khoi – Vietnam
Peraih Medali Perunggu IMSO-23 Bidang Matematika
Md Nabeeh Hossain – Bangladesh
Ali Omar – Bangladesh
Sharaf Bin Anowar – Bangladesh
Md Shahid Morsalin – Bangladesh
Irtysh Zayed Liam – Bangladesh
Miroslav Dimitrov Srebkov – Bulgaria
Viktoria Georgieva Chankova – Bulgaria
Yu, Menglin – China
Wang, Kaibo – China
Zheng, Yafei – China
Bao, Shumeng – China
Hu, Jiashuo – China
Zhu, Jiaran – China
Chau Cheuk Hei Nicolas – Hong Kong
Ng Hayden – Hong Kong
Li Chun Kit – Hong Kong
Yeung Chi Wing – Hong Kong
Arshita Anand – India
Timothy Matthew Wijaya – Indonesia
I Made Wiradhika Pradnyana – Indonesia
Mikhail Godwin Yap – Indonesia
Arissa Rifaya Khairunnisa – Indonesia
Attharizz Mibras Dirgham Andioko – Indonesia
Luthfan Maulana – Indonesia
Arjuna Rhein Treezee – Indonesia
Agha Al Kahfi Pribadi – Indonesia
Baginda Lasmadigagas Pranggono – Indonesia
Santavaida Ekabelia Franjaya – Indonesia
Made Danendra Pranata – Indonesia
Fiorenzo Soni – Indonesia
Salsabila Putri Sari – Indonesia
Bruce Abner Wiriyanto – Indonesia
Birbayev Adi – Kazakhstan
Kaldybayev Alikhan – Kazakhstan
Jeremy Lee Jie Rui – Malaysia
Joseph Ting Zhi Xuan – Malaysia
Lee Yong Xi – Malaysia
Maidar Bakhdal – Mongolia
Suvdgerel Jargal – Mongolia
Anas Alilou – Morocco
Laila Fassi Fihri – Morocco
Imane El-Mzah – Morocco
Ava Sofia Badong Carlos – Philippines
Harold Theodore Yu Lorenzo – Philippines
Samuel James Tan Siahetiong – Philippines
Kylie Madison Kuon Lim-Kit – Philippines
Bien Francis Adolfo Madrid – Philippines
Colton Tyler Chu Tee – Philippines
Yahya Kathrada – South Africa
Joe Wang – South Africa
Dexter Wolno – South Africa
Dominic Araujo – South Africa
Zachary Sithambaram – South Africa
Wedage Benuja Methdinu – Sri Lanka
Hewayalage Thinula Thaveesh Hewasinghe – Sri Lanka
Dissanayaka Mudiyanselage Methul Akein Dissanayaka – Sri Lanka
Egodahage Tharukha Denuwan Alwis – Sri Lanka
Mannamarakkalage Minul Lithulaka Cooray – Sri Lanka
Devendra Badalge Nethuli Vihansa Devendra – Sri Lanka
Aminov Mirzoamin – Tajikistan
Kritthanut Sornwanee – Thailand
Patarapon Amonchaisup – Thailand
Chechaya Rotchanaphitthayakun – Thailand
Pannapat Towattanakij – Thailand
Krittanat Ngamdee – Thailand
Teerawat Pongrod – Thailand
Erkinboev Abbos Javlonovich – Uzbekistan
Oripov Olmos Obid Ugli – Uzbekistan
Makhmudov Bobur Ulugbekovich – Uzbekistan
Tran Minh Khoi – Vietnam
Peraih Medali Emas IMSO-23 Bidang Sains
Tahmid Hasan – Bangladesh
Laudya Senja Madinah Alisjahbana – Indonesia
Muhammad Zayno Kastara – Indonesia
Pattaraporn Wangkananurug – Thailand
Yanathip Korprasert – Thailand
Jesse Ender Silverio Aclan – Philippines
Foong Jing Jie – Singapore
Evron Cui Junrui – Singapore
Lian Zhixing Jason – Singapore
Avyukt Praveen – Singapore
Goh Yi Cheng Nathaniel – Singapore
Wong Jie Yu Kendrick – Singapore
Zhou Nuoyi Noel – Singapore
Huang Jiayang – Singapore
Bella Lim Pei Ni – Singapore
Le Ngoc Minh – Vietnam
Nguyen Quang Anh – Vietnam
Nguyen Dang Duong – Vietnam
Bui Le Thai Anh – Vietnam
Tran Dai Nghia – Vietnam
Peraih Medali Perak IMSO-23 Bidang Sains
Avigyan Roy Golpo – Bangladesh
Mohammad Mushrif Alam – Bangladesh
Raiyan Afrad – Bangladesh
Arham Abid – Bangladesh
Lee Fei Yin – Hong Kong
Kaysalula Syabna Faezya – Indonesia
Muhammad Al Fatih Idris Atmaputera – Indonesia
Mohamad Ayman Emeriza – Indonesia
Benedictus Gerardo Tristan Arjuna – Indonesia
Ammar Syafiq Asyrofi Yusa – Indonesia
Kenzie Arkha Al Aushaf Sofian – Indonesia
Umar Ruwaifi Abdurrahman Saiid – Indonesia
Kaindra Nadira Saidtama – Indonesia
Afiqah Rania Putri Meridianto – Indonesia
Zaheer Ibrahim Althaf – Indonesia
Muhammad Fathan Mubiina Ibnu Faridza – Indonesia
Rayden Veyrenzo – Indonesia
Farla Shidqia Ghani – Indonesia
Lim Yen Xi – Malaysia
Amarlin Ganbaatar – Mongolia
Derin Ethan Tan Chan – Philippines
Jayden Cedrik Cua Mendoza – Philippines
Francis Edwin Alcala Jansol – Philippines
Ziven Tzu Arroyo Valaquio – Philippines
Zaki Gjurd Hernandez Concepcion – Philippines
Adam Leonard En Yong Delard De Rigouliere – Singapore
Tan Zhi Yang – Singapore
Goh Kee Rui Bryden – Singapore
Lian Padayachee – South Africa
Maheswaran Havisjanan – Sri Lanka
Parnada Srion – Thailand
Aiyavarin Pisanpaun – Thailand
Panuwat Pakaprot – Thailand
Parith Khamkhad – Thailand
Pham My An – Vietnam
Pham Khoi Nguyen – Vietnam
Pham Tung Lam – Vietnam
Dao Xuan Nam Khanh – Vietnam
Phung Ngo Bao Nam – Vietnam
Peraih Medali Perunggu IMSO-23 Bidang Sains
Rafsan Shafiq Talukder – Bangladesh
Shahabi Ibn Kabbo – Bangladesh
Thebe Atsile Monageng – Botswana
Joshith Reddy Rasinti – Botswana
Aradhya Srivastava – India
Anvita Tiwari – India
Chandra Prakash Pathak – India
Said Ahmad Haposan Tanjung – Indonesia
Danisha Alfarizqiani Azkadinata – Indonesia
Ghazwan Al Hussary Pasaribu – Indonesia
Prishana Kamila Ilham – Indonesia
Maulana Sultan Nurzaqi – Indonesia
Al Fatih Faaz Dewangkoro – Indonesia
Hanif Dzihan Arkan – Indonesia
Rafif Gibran Nasution – Indonesia
Alqawarira Zukhrufa Qolbi – Indonesia
Kaira Anindita Ramadhani – Indonesia
Fatih Arrasyid Arfa Rahman – Indonesia
Alliasyadia Ramadhani – Indonesia
Dhabitah Safinatun Najah – Indonesia
Tsurayya Ayoedya Nurmagupita – Indonesia
Moganesh A/L Moganadass – Malaysia
Soong Jian Ming – Malaysia
Muhammad Alif Naim Bin Mohd Hafez – Malaysia
Miqayl Bin Ahmad Farouk – Malaysia
Darren Ng Chun Kai – Malaysia
Muhammad Ammar Hamzah Bin Nor Halim – Malaysia
Khoo Jia Xun – Malaysia
Undraa Badraa – Mongolia
Naran-Ochir Bayanmunkh – Mongolia
Erkhes Badrakh – Mongolia
Enerel Batzorig – Mongolia
Tenuun-Orgikh Turkhishig – Mongolia
Daphne Alaine Lu Lim – Philippines
Carlisle Eyas Husain – Philippines
Charles Kenshin Uy Cay – Philippines
Jheanie Jamil Mohammad Tinguan – Philippines
Adrian Miguel King Lao – Philippines
Aran Gael Babon Carbonell – Philippines
Sehshree Naidoo – South Africa
Caleb King – South Africa
Keemaya Naidu – South Africa
Pratheepkumar Sriharishan – Sri Lanka
Thennakoon Mudiyanselage Seniru Kithnuka – Sri Lanka
Mohamed Hasby Anaafa – Sri Lanka
Suduhakure Gedara Sihina Sadew Sathsara Senadheera – Sri Lanka
Rinrada Chantawatsharakorn – Thailand
Pavis Piamphongsant – Thailand
Siranat Udom – Thailand
Patthadol Puttala – Thailand
Sitha Gatewattanatorn – Thailand
Wachirawit Dechpol – Thailand
Jed Huang Jiajun – USA
Jurayev Shakhboz Shermatovich – Uzbekistan
Makhmudjonova Madina Murodulla Kizi – Uzbekistan
Iskandarov Akhmadjon Odiljon Ugli – Uzbekistan
Abrorov Akmal Abrorovich – Uzbekistan
Uktamov Amirkhon Azizbekovich – Uzbekistan
Abdusalomov Umar Anvar Ugli – Uzbekistan
Nguyen Viet An – Vietnam
Do Bao An – Vietnam
Secara keseluruhan, sebanyak 262 medali diraih oleh para peserta IMSO-23, yang terdiri atas 44 medali emas, 87 medali perak, dan 131 medali perunggu. Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan kompetisi Matematika dan Sains internasional yang mempertemukan siswa-siswa berprestasi dari 23 negara.







