LenteraKepri.com, Batam – Pemerintah Kota Batam berencana akan membeli bus listrik unuk menambah jumlah armada bus Trans Batam. Ke -16 unit bus listrik itu terdiri dari 10 unit bus listrik untuk trayek feeder, dan 6 unit bus besar untuk trayek utama.
Rencana itu disampaikan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pembahasan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027 bersama Komisi II DPRD Kota Batam, Kamis (29/10/2026) di ruang rapat Komisi II.
“Pengadaan bus listrik itu rencananya untuk tahun 2027,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Dr. Drs. Leo Putra, A.P., M.Si., di Gedung Kantor DPRD Kota Batam usai mengikuti RDP kepada awak media.
Sekarang ini, kata Leo Putra, armada bus Trans Batam yang ada masih mengunakan bahan bakar konvensional, yakni bahan bakar minyak (BBM), dan pada 2027 akan dialihkan ke bus yang mengunakan listrik. Dengan perubahan itu, jelasnya, maka harus ada penyesuaian anggaran.
“Itu yang lagi kita lagi usahakan mekanisme penganggaran (melalui RDP) supaya nanti di tahun 2027 itu betul-betul sesuai penganggarannya untuk pengadaan bus litrik,” ucap Leo.
Kendaran umum bus listrik ini, sebut Leo, diperuntukan untuk jalur feeder (penghubung) antara kawasan permukiman, jalan lingkungan, atau wilayah yang tidak terjangkau dengan moda transportasi massal utama, dengan bus listrik besar.
“Kendaraan feeder berupa mikro bus listrik sekitar 10 unit. dan bus besar listrik 6 unit. Mikro bus feeder akan ditempatkan di sekitar kawasan pemukiman, ke koridor utama bus besar (trayek), seperti trayek Tanjunguncang – Batam Centre yang padat,” ucap Leo.
Penambahan bus dengan mengunakan bus listrik, tuturnya, disebabkan ada kekurangan kendaraa bus untuk trayek koridor utama, seperti Tanjung Uncang ke Batam Centre, dan sekitar kawasan Tiban – ke Batam Centre, yang merupakan trayek padat kendaraan. Kota Batam, jelasnya, harus siap pindah ke energi listrik.
“Pindah ke energi listrik ini pertama seuai dengan arahan Presiden, dan kedua menjadikan lingkungan kita yang bersih, sehat, dan tidak ada polusi,” kata Leo.
Pengunaan energi listrik pada mode transportasi umum ini sebagai konsep Batam Green City? Leo membenarkan. “Iya,” katanya.
Kota Batam, terang Leo, merupakan kota maju, sehingga bagaimana transportasi publik juga seharusnya sudah bergerak maju mengarah kearah pengunaan energi listrik yang bebas polusi dan bebas suara. Dengan pengunaan bus listrik sebagai transportasi publik, ucapnya, diharapkan masyarakat turut bergeser mengunakan mode transportasi listrik.
Meningkatnya populasi penduduk, dan kendaraan, maka harap Leo, dengan adanya pelayanan transportsi (bus listrik) publik yang bagus, dan nyaman, masyarakat bisa beralih mengunakan bus untuk menguragi kemacetan, dan menguragi polusi. “Itu harapannya. Karena kita menuju Kota Batam yang maju,” tuturnya.
Pengadaan bus listrik trayek feeder dan trayek utama, ucap Leo akan dipositifkan dapat dioperasionalkan pada 2027. “Kita mau segera bisa Batam bergeser kealat transportasi yang nengunakan energi listrik, bukan lagi mengunakan BBM,” pungkasnya. ***








