LenteraKepri.com, Batam – Penguatan tata kelola dan efisiensi di sektor kepelabuhanan Kota Batam menunjukkan perkembangan positif. Hingga akhir Agustus 2026, Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatatkan penerimaan dari sektor pelabuhan sebesar Rp303,14 miliar atau 61,85 persen dari target tahunan Rp490,15 miliar.
Seiring kenaikan arus barang dan mobilitas masyarakat, perbaikan mutu layanan di terminal penumpang serta barang menjadi fokus utama prioritas pembangunan.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa peningkatan kinerja keuangan dan operasional harus dibarengi dengan pelayanan publik yang lebih prima, transparan, dan terukur.
Data operasional mencatat pergerakan penumpang laut domestik maupun internasional hingga Agustus 2026 menembus angka 6.718.075 orang. Pada periode yang sama, kunjungan kapal penumpang dan barang mencapai 73.230 call, tumbuh 1 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
“Tingginya lalu lintas penumpang dan kian padatnya logistik laut menuntut peningkatan mutu layanan publik di seluruh terminal. BP Batam terus memperkuat koordinasi dengan unsur CIQP dan asosiasi maritim untuk memastikan arus kepelabuhanan lebih cepat dan akuntabel,” ujar Li Claudia.
Dari sisi operasional arus barang, kinerja signifikan ditunjukkan oleh Terminal Umum Batu Ampar. Bongkar muat komoditas general cargo di terminal tersebut melampaui target setahun penuh dengan angka realisasi 1.376.034 ton (102 persen). Sementara itu, Terminal Umum Curah Cair Kabil membukukan volume 2.792.750 ton atau 80 persen dari target.
Secara keseluruhan, volume peti kemas yang ditangani pelabuhan di Batam mencapai 542.927 TEUs—tumbuh 8,2 persen (YoY) dan telah memenuhi 72 persen dari target tahunan sebesar 750.000 TEUs. Untuk total bongkar muat general cargo dari seluruh fasilitas mencapai 8.174.446 ton, naik 8 persen (YoY).
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menyampaikan bahwa hasil tersebut mencerminkan efektivitas langkah pembenahan tata kelola bisnis serta komersialisasi aset daerah.
“Capaian general cargo yang melampaui 100 persen di Batu Ampar dan pergerakan peti kemas yang sesuai jalur membuktikan transformasi tata kelola berjalan baik. Kami memastikan optimalisasi aset dilakukan secara profesional,” kata Denny.
Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menambahkan bahwa tren pendapatan diproyeksikan mengalami akselerasi pada kuartal IV-2026 mendatang.
Ke depan, BP Batam bakal terus memodernisasi fasilitas kepelabuhanan, memperluas kapasitas layanan, dan mempererat kolaborasi antarlembaga guna memperkuat daya saing Batam sebagai pusat logistik regional.






