LenteraKepri.com, Batam – Kualitas udara di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menunjukkan penurunan pada Selasa (27/10/2026) pagi menjelang siang. Setelah sebelumnya berada pada kategori sedang, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) meningkat hingga 107 berdasarkan standar Amerika Serikat (US AQI).
Data pemantauan kualitas udara real-time yang diperbarui pukul 09.01 WIB menunjukkan AQI Batam mencapai 107. Angka tersebut masuk kategori buruk menurut klasifikasi yang digunakan pada sumber pemantauan tersebut, sehingga masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi udara saat beraktivitas di luar ruangan.
Kondisi ini berbeda dari pemantauan sebelumnya pada pukul 07.11 WIB, ketika AQI Batam masih berada di angka 94 atau kategori sedang.
AQI Batam Naik dari 94 Menjadi 107
Perubahan indeks kualitas udara tersebut diikuti peningkatan konsentrasi partikel polutan.
Pada pukul 09.01 WIB, konsentrasi PM2.5 di Batam tercatat mencapai 38 mikrogram per meter kubik (µg/m³), sedangkan PM10 berada pada angka 53 µg/m³.
Sebagai perbandingan, data pukul 07.11 WIB mencatat PM2.5 sebesar 32 µg/m³ dan PM10 sebesar 47 µg/m³.
Dengan demikian, dalam rentang sekitar dua jam, konsentrasi PM2.5 meningkat 6 µg/m³, sementara PM10 bertambah 6 µg/m³.
PM2.5 merupakan partikel halus berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan polutan ini dapat memicu gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan atau jantung.
PM2.5 Batam Capai 2,5 Kali Pedoman Harian WHO
Konsentrasi PM2.5 di Batam yang mencapai 38 µg/m³ tercatat sekitar 2,5 kali pedoman rata-rata harian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 15 µg/m³.
Namun, angka tersebut perlu dipahami secara tepat. Pedoman WHO sebesar 15 µg/m³ berlaku untuk rata-rata paparan selama 24 jam, sehingga perbandingan dengan pengukuran real-time tidak secara langsung menunjukkan rata-rata paparan harian.
Meski demikian, peningkatan konsentrasi partikel halus tetap menjadi alasan bagi masyarakat untuk memantau perkembangan kualitas udara sepanjang hari.
Suhu Batam 30 Derajat Celsius, Ada Potensi Hujan Lokal
Selain polusi udara, kondisi cuaca di Batam pada pukul 09.01 WIB menunjukkan suhu sekitar 30 derajat Celsius. Kelembapan udara tercatat sebesar 66 persen, dengan kecepatan angin sekitar 9 kilometer per jam.
Informasi cuaca pada sumber pemantauan juga menunjukkan potensi hujan di sekitar wilayah Batam.
Hujan dapat membantu mengurangi sebagian partikel polutan di udara. Namun, perubahan kualitas udara juga dipengaruhi pergerakan angin, intensitas hujan, serta sumber emisi. Karena itu, potensi hujan belum tentu membuat kualitas udara langsung membaik di seluruh wilayah kota.
Warga Batam Diimbau Memperhatikan Kondisi Udara
Meningkatnya AQI Batam menjadi perhatian bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama kelompok sensitif terhadap polusi udara.
Warga disarankan membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk atau muncul gejala seperti batuk, iritasi tenggorokan, dan sesak napas.
Penggunaan masker respirator yang sesuai, seperti N95 atau KN95, dapat dipertimbangkan ketika berada di area dengan paparan partikel tinggi. Masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan kesehatan yang rentan terhadap polusi.
Pantau Perubahan Kualitas Udara Batam
Data pemantauan pada Selasa pagi menunjukkan kualitas udara Batam mengalami perubahan dalam waktu relatif singkat. Pada pukul 07.11 WIB, AQI tercatat 94 dengan PM2.5 sebesar 32 µg/m³. Kemudian, pada pukul 09.01 WIB, AQI meningkat menjadi 107 dengan PM2.5 mencapai 38 µg/m³.
Perubahan ini menunjukkan pentingnya memantau pembaruan kualitas udara secara berkala, bukan hanya mengandalkan satu kali pengukuran.
Masyarakat diimbau mengikuti perkembangan data kualitas udara dan informasi cuaca resmi untuk menentukan langkah pencegahan yang sesuai selama beraktivitas di Batam dan sekitarnya.







