Roro Batam-Johor, Langkah Awal ‘Sijori’ Hidup Kembali

oleh -
Sijori
Pertemuan Konjen RI dengan PWI Batam, peta menggambarkan Segitiga Sijori. (Foto: Dok)

Alasan pemilihan Batam menurut Sigit, karena statusnya sebagai kawasan perdagangan bebas dan logistik. Potensi lalu lintas kendaraan juga besar. Sigit menyebutkan, sekitar empat juta mobil dari Singapura masuk ke Johor setiap tahunnya.

Baca: ‘Jejak Hitam’ PT ASL Shipyard

“Walau hanya sepuluh persen dari jumlah itu yang masuk ke Batam, dampaknya luar biasa. Apalagi kalau mereka membawa kendaraan sendiri, pasti menginap lebih lama. Capek kalau hanya satu malam, paling tidak dua malam. Dengan kata lain, perputaran ekonomi akan semakin membaik,” katanya.

Begitu juga sebaliknya, banyak potensi juga yang bisa dibawa masyarakat Batam ke Johor. Waktu tempuh yang hanya memakan waktu 2 jam, banyak usaha masyarakat yang bisa dikembangkan dengan sasaran ialah masyarakat Johor. Seperti di bidang otomotif atau usaha laundry yang menyasar perhotelan yang ada di Johor. Bahkan, para pelaku usaha tour and travel yang ada di Batam juga bisa menjemput para tamunya langsung ke Malaysia, serta banyak hal lainnya yang bisa dimanfaatkan.

“Terminal dan fasilitas penunjang juga telah tersedia. Rencana ini juga sudah dibahas dalam pertemuan antara Perdana Menteri Malaysia dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Sekarang ini tengah membahas bagaimana regulaasinya,” lanjut Sigit.

Ia juga tidak menampik kekhawatiran akan potensi penyelundupan barang, narkotika, hingga perdagangan orang melalui jalur ini akan semakin tinggi. Namun menurutnya, kekhawatiran tersebut tak relevan jika dikaitkan langsung dengan operasional kapal roro.

“Penyelundupan itu sudah terjadi meski belum ada kapal roro. Jadi bukan roro-nya yang menyebabkan. Tinggal nanti bagaimana mekanisme yang harus diterapkan dalam hal pengawasan,” terangnya.

Upayakan Malaysia Rekrut Tenaga Perawat dari Kepri

Di samping itu, langkah lainnya yang tengah dilakukan, ialah mendorong agar rumah sakit yang ada di Malaysia bisa merekrut tenaga perawat dari Indonesia. Sebab, saat ini Rumah Sakit di Malaysia mengalami kekurangan tenaga perawat sehingga banyak melakukan perekrutan dari India.

Kondisi ini sangat disayangkan, mengingat hampir 90 persen pasien yang berobat di Malaysia berasal dari Indonesia. “Ini yang tengah kita upayakan, bagaimana kita mengambil kesempatan agar tenaga perawat kita bisa direkrut di Rumah Sakit Malaysia, terutama untuk wilayah Kepri,” lanjut Sigit.

Apa yang harus dilakukan? Tentunya harus meningkatkan kualitas SDM sendiri, sehingga bisa bersaing di kancah Internasional. Apalagi, di Kepri sendiri memiliki banyak tenaga perawat, namun harus tetap dibekali dengan berbagai skill terutama dalam berbahasa Inggris.

“Jika kekurangannya dari segi tidak bisa berbahasa Inggris, itu bisa dilakukan pelatihan terlebih dahulu. Namun sekarang ini yang harus jadi pertanyaan, kita mau atau tidak? Jika ini bisa terlaksana, tentunya juga bisa meningkatkan status PMI tidak hanya sebagai ART, buruh dan lainnya,” papar Sigit.

Baca: Masyarakat Bintan Bersama Polda Kepri Sepakat Ciptakan Iklim Investasi yang Kondusif

Sementara itu, Sekretaris PWI Batam, Romi Candra, menilai, berbagai upaya tersebut tentunya harus didukung oleh semua pihak. PWI juga harus mengambil peran dalam mengembalikan kerjasama Sijori ini. Salah satunya, dengan membantu pemerintah sebagai penyambung lidah pemerintah untuk disampaikan kepada masyarakat tentang kebijakan-kebijakan yang dilakukan.

Baca: Sampena Tahun Baru Islam 1447 H, Masjid Istiqomah Gelar Pengajian Akbar Hingga Galang Dana Untuk Palestina

“Ini juga menjadi PR kami untuk membantu pemerintah, agar Sijori ini bisa diimplementasikan secepatnya. Dengan pemberitaan yang kami terbitkan, semoga bisa menjadi perhatian pemerintah, sehingga hal ini menjadi prioritas utama untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama di Kepri,” ucapnya.

Dengan pertemuan tersebut, juga lahir kerjasama antara KJRI Johor Bahru dengan PWI Batam, dalam hal bagaimana menjamin kesejahteraan masyarakat Indonesia yang mencari nafkah di Malaysia.

“Dari segi kebijakan demi kepentingan masyarakat, tentunya akan dilakukan oleh KJRI. Nah, agar kebijakan tersebut sampai kepada masyarakat, ini menjadi tugas PWI Batam. Kami juga akan terus menjalankan fungsi sebagai kontrol sosial, jika ada kebijakan yang pada akhirnya justru merugikan masyarakat,” tegas Romi.

Selain itu, kedatangan PWI Batam ke Malasyia juga bertujuan untuk menyaring informasi tentang bagaimana situasi masyarakat Indonesia yang bekerja di Malaysia, serta memperkenalkan destinasi wisata yang ada di Kepri agar menambah daya tarik warga Malaysia untuk berkunjung ke Kepri dan Batam secara khusus.

No More Posts Available.

No more pages to load.