LenteraKepri.com, Pekanbaru – Perintah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau mulai bergerak cepat. Sehari setelah Presiden RI Prabowo Subianto datang langsung ke Pekanbaru untuk memantau penanganan karhutla, TNI mulai membangun sumur bor di sejumlah wilayah yang dilanda maupun rawan kebakaran.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran pembangunan sumur bor berada di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.
Sedikitnya tujuh titik sumur bor mulai dikerjakan di kawasan tersebut pada Selasa (25/8/2026).
Pembangunan sumur bor ini merupakan tindak lanjut dari rapat penanganan karhutla bersama Presiden Prabowo sehari sebelumnya.
Asisten Teritorial Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Kolonel Hermawan, mengatakan pihaknya langsung bergerak melakukan pemetaan lokasi setelah mendapatkan arahan dalam rapat bersama Presiden.
“Setelah rapat dengan Presiden kemarin, kami menindaklanjuti pembuatan sumur bor. Sekarang kami sedang memetakan titik-titik pembuatannya,” kata Hermawan di lokasi, Selasa (25/8/2026).
Tujuh Sumur Bor Langsung Dibangun di Rimbo Panjang
Hermawan menyebut tujuh titik sumur bor langsung dikerjakan di Rimbo Panjang.
Tidak hanya di Kampar, pembangunan sumur juga dilakukan secara paralel di sejumlah wilayah Riau yang saat ini menghadapi karhutla maupun daerah yang dianggap memiliki risiko tinggi terjadi kebakaran.
“Hari ini sudah dimulai di sini pengeboran. Daerah lain secara paralel kita juga sudah mulai aksi,” ujarnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengatasi salah satu persoalan utama dalam pemadaman karhutla di Riau, yakni keterbatasan sumber air.
Target 500 Sumur Bor, Kedalaman Capai 80 Meter
Pembangunan sumur bor menjadi bagian dari strategi memperkuat sumber air bagi tim pemadam di lapangan.
Hal ini penting karena sejumlah lokasi karhutla berada di kawasan gambut yang memiliki karakteristik medan sulit dan tidak selalu memiliki sumber air yang mudah dijangkau.
Menurut Hermawan, pemerintah menargetkan pembangunan hingga 500 titik sumur bor di Provinsi Riau.
“Semua spot dan daerah rawan Karhutla kita bikin sumur. Sesuai target kemarin 500 titik di Riau, dengan kedalaman 70 sampai 80 meter,” ungkapnya.
Dengan kedalaman mencapai 70-80 meter, sumur diharapkan mampu menyediakan sumber air yang lebih dekat dengan lokasi kebakaran.
Setiap sumur nantinya juga dilengkapi rumah pompa dan mesin genset. Fasilitas tersebut memungkinkan air dipompa dan digunakan secara langsung untuk mendukung operasi pemadaman.
Asap Pekat, Api Masih Kembali Muncul di Rimbo Panjang
Pembangunan sumur bor dilakukan ketika kondisi karhutla di Desa Rimbo Panjang masih cukup mengkhawatirkan.
Asap dari kebakaran lahan gambut terlihat pekat di sejumlah lokasi. Api juga masih sesekali muncul kembali di permukaan lahan ketika angin bertiup.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla belum selesai meski upaya pemadaman terus dilakukan.
Karakteristik lahan gambut membuat kebakaran membutuhkan penanganan ekstra. Api yang terlihat di permukaan dapat kembali muncul ketika bagian bawah lahan masih menyimpan panas.
Karena itu, ketersediaan sumber air menjadi faktor penting untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api kembali menjalar.
Setelah Prabowo Datang, Penanganan Karhutla Dipacu
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengunjungi Provinsi Riau pada Senin (24/8/2026) untuk melihat langsung penanganan karhutla.
Sehari setelah kunjungan tersebut, pembangunan sumur bor langsung dimulai di sejumlah lokasi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur pemadaman di daerah yang menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Dengan target 500 sumur bor, kedalaman hingga 80 meter, serta dukungan rumah pompa dan genset, pemerintah berharap tim pemadam tidak lagi terlalu bergantung pada sumber air yang lokasinya jauh dari titik kebakaran.







