LenteraKepri.com, Batam – Suasana keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Batam kembali mendapat perhatian serius dari berbagai elemen masyarakat. Dukungan penuh kini datang dari Paguyuban Solidaritas Pemuda Larantuka Tionghoa (SPLT) Batam terhadap langkah Polda Kepri dan Polresta Barelang.
Dukungan tersebut berkaitan dengan proses penyelidikan dan penyidikan pasca-kejadian bentrokan antar-kubu. Bentrokan maut itu diketahui terjadi di salah satu lahan di Pulau Setokok, Kecamatan Bulang, yang diklaim milik PT MIG Perkasa Industrial.
Berdasarkan data di lapangan, insiden berdarah tersebut dipicu oleh sengketa penguasaan lahan. Peristiwa nahas itu bahkan sempat menyebabkan korban jiwa serta jatuh korban luka-luka dari pihak yang berselisih.
Menyikapi situasi ini, Ketua Paguyuban Solidaritas Pemuda Larantuka Tionghoa Batam, Jupen Koten, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan. Stabilitas keamanan diperlukan agar Kota Batam tetap aman dan kondusif bagi aktivitas warga maupun investor asing.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Batam, Provinsi Kepri untuk bersama-sama menjaga keamanan Kota Batam tetap aman dan kondusif guna masyarakat dapat beraktifitas dengan aman dan nyaman serta meningkatkan Investor Asing untuk menanamkan modal usaha di wilayah Kota Batam, Provinsi Kepri,” ungkapnya, Rabu (4/11/2026).
Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing emosi dalam menghadapi berbagai persoalan hukum di tengah masyarakat. Setiap permasalahan hendaknya diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum yang berwenang.
“Kepada masyarakat Kota Batam jika ada permasalahan hukum maka jangan main hakim sendiri, lebih baik serahkan kepada Institusi Polri dalam proses hukumnya. Dengan demikian, kondusifitas dapat kita jaga,” tutupnya.








