LenteraKepri.com, Batam – Fraksi-fraksi di DPRD Batam menyampaikan berbagai temuan dan masukan dari hasil reses yang dilaksanakan akhir bulan Juli 2026, sampai awal Agustus 2026 kemarin.
Fraksi PAN, Demokrat, dan PPP, DPRD Kota Batam, melalui Ketua Fraksi, Safari Ramadhan, S. Pd. I., menyampaikan beberapa permasalahan dan persoalan yang disampaikan masyarakat ketika melaksanakan Reses III Masa Sidang 2025-2026.
Adapun persoalan yang mengemuka yang disampaikan masyarakat, sebut Sekretaris Komisi II DPRD Kota Batam itu, adalah soal distribusi air bersih, dan persoalan ketenagakerjaan lokal yang banyak tidak terserap di perusahaan-perusahaan di Kota Batam.
Persoalan distribusi air bersih, jelas Safari Ramadhan, masih menjadi momok bagi masyarakat di kecamatan Batu Aji, Sagulung, dan Bengkong. Puluhan ribu rumah di kecamatan tersebut masih kesulitan air bersih akibat tersendatnya distribusi air bersih.
“Sampai hari ini masalah distribusi air di Bengkong, Batu Aji, dan Sagulung masih menjadi persoalan. Air sering tidak mengalir ke rumah-rumah warga. Mohon persoalan distribusi air bersih dapat segera diselesaikan,” kata Safari Ramadhan, pada Rapat Paripurna DPRD Batam tentang Penyampaian Hasil Reses III Masa Sidang III DPRD Kota Batam, Senin (31/8/2026) di Kantor DPRD Kota Batam di Batam Centre.
Sementara persoalan ketenagakerjaan lokal, sebut Safari Ramadhan, perusahaan-perusahaa di Batam banyak yang merekrut tenaga kerja dari luar daerah Kepri dan Batam. Sehingga, terangnya, banyak pemuda lokal usia kerja menjadi pengangguran.
“Padahal mereka lahir di Batam (Kepri), tamat sekolah di Batam, dan ber-KTP di Batam. Tapi mereka pula yang sulit sekali dapat pekerjaan yang layak. Jadi kami minta kepada Pemda, dinas ketenagakerjaan, dan instansi terkait menyikapi keluhan masyarakat soal tenagakerja lokal ini,” jelas Safari Ramadhan.
Menurut Safari Ramadhan, salah satu cara Pemko, Dinas Ketenagakerjaan, dan instansi terkait, memanggil perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kota Batam.
“Sampaikan kepada perusahaan-perusahaan itu, agar mengutamakan tenaga kerja lokal dalam menerima karyawan,” jelas Safari Ramadhan.
Saking sulitnya tenagakerja lokal mencari pekerjaan, jelasnya lagi, mereka ada yang pakai calo dan uang. Banyak pula mereka yang tertipu.
“Maka oleh sebab itiu, keluhan yang disampaikan masyarakat agar memperhatikan hal ini, segera ditindak lanjuti Pemko dan Dinas. Panggil perusahaan-perusahaan yang ada di Batam agar mereka memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam menerima karyawan,” ucap Safari Ramadhan.
Rapat Paripurna DPRD Kota Batam disejalankan dengan Pandangan Umum Fraksi terhadap Ranperda tentang Perubahan APBD Kota Batam 2026, dan Penutupan Masa Persidangan ke III Tahun Sidang 2026, Sekaligus Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027.
Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Aweng Kurniawan, mengatakan rangkuman hasil reses yang disampaikan fraksi-fraksi akan dijadikan sebagai masukan penyusunan rencana pembangunan. “Sebagai pokok-pokok pikiran Anggota DPRD Batam, dan sebagai pertimbangan dalam perencanaan pembangunan Kota Batam,” jelas anggota DPRD Batam dari Fraksi Gerinda itu.






