Tinggalkan Dolar AS! Indonesia–Malaysia Dorong Transaksi Rupiah-Ringgit, Ini Dampak Besarnya bagi Ekonomi

oleh -
Tinggalkan Dolar AS! Indonesia–Malaysia Dorong Transaksi Rupiah-Ringgit, Ini Dampak Besarnya bagi Ekonomi
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Singapore menggelar forum strategis bertajuk “Leveraging the Benefits of Local Currency Transactions (LCT) Indonesia–Malaysia to Support Bilateral Economic Growth” pada 1 April 2026 di Johor Bahru (dok kjri johor bahru)

LenteraKepri.com, Johor Bahru – Di tengah ketidakpastian geopolitik global dan tekanan ekonomi dunia, ketergantungan pada dolar AS kini mulai dipandang sebagai risiko besar. Fluktuasi nilai tukar, biaya konversi berlapis, hingga tekanan eksternal membuat banyak negara mencari alternatif yang lebih stabil dan berdaulat.

Indonesia dan Malaysia pun mulai mengambil langkah serius dengan mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT).

Meski kerja sama ini telah dirintis sejak 2016, implementasinya dinilai masih belum optimal. Hingga 2025, penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan kedua negara baru mencapai sekitar 16,3% atau setara RM 10,6 miliar—angka yang dinilai masih jauh dari potensi sebenarnya.

Menjawab tantangan tersebut, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Singapore menggelar forum strategis bertajuk “Leveraging the Benefits of Local Currency Transactions (LCT) Indonesia–Malaysia to Support Bilateral Economic Growth” pada 1 April 2026 di Johor Bahru.

Dalam forum tersebut, Executive Analyst Bank Indonesia Singapore, Budi Satria, menegaskan bahwa LCT merupakan solusi nyata untuk meningkatkan efisiensi transaksi lintas negara. Dengan dukungan sistem pembayaran modern seperti QRIS dan DuitNow, transaksi langsung menggunakan Rupiah dan Ringgit dinilai mampu memperkuat konektivitas keuangan dan memberi manfaat besar, khususnya bagi pelaku UMKM.

Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Sigit S. Widiyanto, juga menyoroti eratnya hubungan Indonesia dan Malaysia, terutama dengan Johor. Ia menyebutkan bahwa 8 dari 11 terminal feri internasional penghubung kedua negara berada di wilayah tersebut.

Mobilitas masyarakat kedua negara pun sangat tinggi. Sepanjang 2025, tercatat 2,6 juta wisatawan Malaysia berkunjung ke Indonesia, sementara 3,8 juta warga Indonesia ke Malaysia untuk berbagai keperluan seperti wisata, kesehatan, hingga pendidikan.

Untuk mempercepat implementasi LCT, Sigit memperkenalkan konsep L.A.J.U, yaitu:

  • Local Currency: Mengutamakan penggunaan mata uang lokal
  • Accelerate Adoption: Mempercepat adopsi oleh perbankan dan pelaku usaha
  • Joint Growth: Mendorong pertumbuhan ekonomi bersama
  • Unlock Potential: Mengoptimalkan potensi sektor perdagangan, pariwisata, dan pendidikan

Konsep ini menegaskan bahwa LCT bukan sekadar mekanisme teknis, tetapi strategi besar untuk memperkuat kedaulatan ekonomi dan integrasi kawasan.

Dalam sesi diskusi yang melibatkan Bank Indonesia, Bank Negara Malaysia, dan Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur, diungkapkan berbagai manfaat nyata LCT. Sistem ini mampu menghilangkan biaya konversi ganda melalui dolar AS, menekan biaya logistik, serta memberikan stabilitas nilai tukar bagi pelaku usaha.

Bahkan bagi masyarakat umum, LCT mempermudah pembayaran biaya pendidikan hingga layanan kesehatan lintas negara tanpa harus khawatir dengan fluktuasi mata uang global.

Meski begitu, tantangan masih ada. Dominasi psikologis dolar AS serta minimnya pemahaman masyarakat tentang mekanisme kurs lokal menjadi hambatan utama.

Sebagai solusi, forum ini mendorong edukasi yang lebih masif dan transparansi kurs dari bank-bank penunjuk (ACCD) agar penggunaan LCT bisa semakin luas di masyarakat.

Forum ini dihadiri sekitar 90 pelaku usaha dari berbagai sektor strategis, mulai dari perbankan, remitansi, rumah sakit, institusi pendidikan, hingga eksportir dan importir.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia dan Malaysia serius mengurangi ketergantungan pada dolar AS, sekaligus membuka jalan menuju sistem ekonomi regional yang lebih mandiri dan stabil.

No More Posts Available.

No more pages to load.