Tuntut Gaji dan Pesangon, Karyawan PTGI Pasang Tenda Dan Bermalam di Area Perusahaan

oleh -
oleh
Karyawan PTGI menduduki areal office perusahaan di Kawasan Industri Tunas, Batam Centre. (Foto: Amran/LenteraKepri.com)

LenteraKepri.com, Batam – Ratusan karyawan perusahaan garmen PT Ghimli Indonesia (PTGI) Batam Centre menduduki area sekitar perusahaan dengan bermalam dan memasaang tenda.

Selain itu, juga ada karyawan yang menduduki area di depan pintu office perusahan pada siang hari. Pada malam hari, para karyawan membuat api unggun.

Aksi memasang tenda dan bermalam di area perusahaan, menysul aksi ratusan karyawan yang mendatangi DPRD Batam, Jumat (14/9/2026) di Batam Centre. Aktivitas bermalam disekitar lokasi perusahaan telah berlangsung sejak Sabtu (14/9/2026).

Akan tetapi peliputan para karyawan tersebut diwarnai dengan sikap tidak kooperatif dari security kawasan industri itu. Security melarang awak media untuk masuk ke Kawasan Industri Tunas, meski hannya untuk mengambil gambar para karyawan yang camping di lingkungan perusahaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Dr. H. Diky Wijaya, SE., M.Si., yang dihubungi para wartawan dari Batam, mengatakan para karyawan PTGI itu berkemah dilingkungan perusahaan, antara lain disebabkan persoalan gaji.

“Soal PT Ghimli sejak kemarin masih dibahas. Katanya akan ada pembayaran gaji di bulan Agustus itu akan dibayar lunas,” jelas Diky Wijaya, kepada para wartawan melalui telfon whatsapp, Senin (14/9/2026).

Selanjutnya, kata Diky, menyelesaikan tunggakan gaji satu bulan itu, akan diadakan pertemuan tripartit antara manajemen lama dengan manajemen yang baru, serta juga akan dipertemukan dengan Disnaker Kepri.

“Kemungkinan besar (PT Ghimli Indonesia) mau tutup. Tapi apa alasanya kita belum tau. Kita belum ketemu dengan manajemen baru. Kemarin kan dikatakan tutup disebabkan proyek mereka stop,” jelas Diky.

Dari penjelasan Diky, perusahaan garmen yang berdiri sejak 2008 itu sudah berpindah tangan ke manajemen baru. Sehingga, sebut Diky, Disnaker juga akan mempertemuan manajemen lama dengan manajemen baru, serta dengan karyawan menyelesaikan persoalan.

“Apa alasan mereka mau stop produksi dari manajemen lama kita belum temu. Yang kita tau dari manajemen lama disebabkan proyek mereka sudah stop,” jelas Diky.

Meski manajemen lama PTGI akan beralih, dan tidak produksi, menurut Diky sebelum mengalihkan operasional perusahaan ke manajemen baru, manajemen lama harus selesaikan persoalan dengan karyawan.

“Walaupun bagaimana, manajemen yang lama harus selesaikan persoalan ini dulu (sebelum mengalihkan operasional perusahaan ke manajemen baru) bagaimana pun caranya,” terang Diky.

Dikatakan Diky, PT Ghimli Indonesia itu memiliki sekitar 1.025 orang karyawan. “Ada yang berstatus karyawan tetap, ada juga yang berstatus karyawan kontrak,” ucap Diky.