LenteraKepri.com, BATAM – Kualitas udara di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), masih berada dalam kategori tidak sehat pada Selasa pagi (20/10/2026). Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat mencapai 151, dengan konsentrasi partikel halus PM2.5 sebesar 57 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Berdasarkan data pemantauan kualitas udara real-time di kawasan Patam, Batam, yang terakhir diperbarui pada pukul 05.41 WIB, kondisi tersebut menunjukkan polusi udara masih menjadi perhatian bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Angka AQI 151 masuk kategori tidak sehat dalam skala AQI Amerika Serikat (US AQI). Pada tingkat ini, kualitas udara berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung.
PM2.5 Batam Capai 3,8 Kali Pedoman WHO
Partikel halus PM2.5 menjadi salah satu polutan utama yang terpantau di Batam. Konsentrasinya mencapai 57 µg/m³, atau sekitar 3,8 kali lebih tinggi dibandingkan pedoman konsentrasi PM2.5 sebesar 15 µg/m³ yang disebutkan dalam data pemantauan berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru. Paparan polutan ini dapat memperburuk kondisi kesehatan, terutama pada orang yang sensitif terhadap pencemaran udara.
Selain PM2.5, konsentrasi PM10 di Batam tercatat mencapai 68 µg/m³. Sementara itu, parameter polutan lainnya meliputi karbon monoksida (CO) sebesar 884 ppb, sulfur dioksida (SO₂) sebesar 1 ppb, nitrogen dioksida (NO₂) sebesar 3 ppb, dan ozon (O₃) sebesar 10 ppb.
Cuaca Batam Berpotensi Hujan Petir
Selain kondisi polusi udara, data cuaca yang ditampilkan bersamaan dengan pemantauan kualitas udara menunjukkan suhu di Batam sekitar 27 derajat Celsius, kelembapan 85 persen, dan kecepatan angin 9,4 kilometer per jam.
Prakiraan pada layanan tersebut juga menunjukkan kemungkinan munculnya hujan disertai petir di sekitar wilayah Batam. Namun, informasi ini bukan pengganti prakiraan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Warga Batam Diminta Perhatikan Kondisi Kesehatan
Di tengah kualitas udara yang masih berada pada kategori tidak sehat, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, khususnya bagi kelompok yang rentan terhadap polusi udara.
Warga juga dapat menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus ketika harus beraktivitas di luar, menutup jendela saat udara luar memburuk, serta memantau perkembangan kualitas udara secara berkala.
Jika muncul gejala seperti batuk, sesak napas, atau iritasi pada saluran pernapasan, masyarakat perlu membatasi paparan polusi dan mencari pertolongan medis apabila gejala memburuk.
Data AQI yang diperbarui pada pukul 05.41 WIB tersebut menggambarkan kondisi pada waktu pengukuran. Karena kualitas udara dapat berubah mengikuti cuaca dan sumber emisi, masyarakat perlu terus memantau pembaruan data sepanjang hari.








