LenteraKepri.com, Batam – Film animasi Upin & Ipin, sangat digemari di Indonesia. Bahkan berbagi produk, dan pernak-pernik karakter Upin & Ipin, terutama jersey untuk anak-anak, sandal sepatu, buku tulis, tas, dan peralatan sekolah laku keras.
Ada juga beberapa kata-kata khas Upin & Ipin, seperti ‘Iye, betol, betol, betol’, ‘Terima Kasih Cikgu’ dan ‘Sedapnye Ayam Goreng”, juga cukup akrab didengar ditelingga.
Sukes animasi singkat Upin & Ipin, Les’ Copaque, rumah produksi film animasi itu, memproduksi tiga film Upin & Ipin versi layar lebar, yakni Geng: Pengembaraan Bermula (2009), Upin & Ipin: Jeng Jeng Jeng! (2016), dan Upin & Ipin: Keris Siamang Tunggal (2019).
Film Upin & Ipin: Keris Siamang Tunggal (2019) bermula dari Upin & Ipin dikejar serombongan angsa dari dalam kandang, dan selamat keluar pagar. Keduanya pub tiba di rumah Tok Dalang, yang tengah sibuk membersihkan basement.
Para sahabat Upin & Ipin, Ehsan, Fizi, Mail, Jarjit, Mei Mei dan Susanti datang membantu. Mereka menemukan peti antik yang berisi keris mistik dan ajaib di gudang Tok Dalang.
Pada gagang keris tertulis kata-kata seperti mantra, yang menyebabkan keris bersinar, keluar dari sarung dan melayang, serta menghunjam ketanah. Tanah pun retak, dan memunculkan portal menuju ke alam lain.
Upin & Ipin, Ehsan, Fizi, Mail, Jarjit, Mei Mei dan Susanti terseret oleh tarikan magis, dan terjatuh kenegeri Inderaloka. Dalam usaha perjalanan pulang ke Kampong Durian Runtuh, mereka harus berhadapan dengan Raja Bersiong yang kejam.






