[Video] Detik-detik Penemuan Mayat WNA Singapura di Jembatan 4 Barelang, Hanya Tinggal Tulang

oleh -
WNA Singapura
Potongan video mayat WNA Singapura ditemukan. (Foto: Dok)

LenteraKepri.com, Batam – Mayat Wong Kai Keong (74), Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura yang dibunuh M Rais Sigit (37), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Kepri, ditemukan hanya tinggal tulang di kawasan Jembatan 4 Barelang, Jumat (26/9/2023) kemarin.

Ditemukannya mayat WNA tersebut, berdasarkan pengakuan Rais yang sudah diamankan di Mapolresta Tanjungpinang karena terjerat kasus penggelapan uang kurban di salah satu masjid Tanjungpinang. Pencarian tersebut, dilakukan melalui video call antara tim Satreskrim Polresta Barelang yang sudah lebih dulu berangkat ke Tanjungpinang dengan tim yang tinggal di Batam untuk melakukan pencarian.

Pembunuhan ini, dilakukan tersangka sekitar 1 bulan yang lalu di kawasan Harbourbay. Kemudian ia membuangnya ke Jembatan 4 Barelang, sehingga saat ditemukan yang tersisa hanya tulang yang dibaluti oleh pakaian yang dikenakan korban terakhir kali.

Baca: Polresta Barelang Ungkap Kematian Seorang WNA Singapura di Batam, Ternyata Dihabisi Oknum ASN Pemprov Kepri

Kasat Reskrim Polresta Barelang, sebelumnya mengatakan, tersangka awalnya telah diamankan oleh Polresta Tanjungpinang karena terjerat kasus penggelapan uang kurban masjid di Tanjungpinang. Seiring penyelidikan yang dilakukan, pihaknya pun memiliki bukti kuat bahwa pelaku pembunuhan terhadap WNA tersebut mengarah kepada Rais.

“Dalam penyelidikan yang kita lakukan, terduga pelaku mengarah kepada Rais. Setelah kita cari tahu keberadaannya, ternyata ia sudah diamankan di Mapolresta Tanjungpinang karena terlibat kasus lain, sehingga kita langsung melakukan koordinasi dengan Satreskrim PolrestaTanjungpinang,” ujar Budi, Sabtu (30/9/2023).

Mendapat informasi dari Polresta Barelang, penyidik di Satrerkrim Polresta Tanjungpinang langsung melakukan pemeriksaan terhadap Rais, hingga akhirnya ia mengakui perbuatannya.

Baca: Dipimpin Iptu Doddy Basir, Polsek Bengkong Gelar Pengajian dan Santuni Anak Panti Asuhan

Dijelaskan Budi, pihaknya awalnya mendapat laporan orang hilang pada 16 September 2023 yang lalu. Kemudian diketahui korban terakhir kali terlihat bertemu dengan RS. Proses penyelidikan pun dilakukan mulai dengan melusuri handphone korban yang ternyata sudah berpindah tangan pada orang lain.

No More Posts Available.

No more pages to load.