LenteraKepri.com, Batam – Di tengah kondisi ekonomi global yang tak menentu akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, warga Kota Batam justru dibuat terkejut dengan lonjakan tagihan listrik pada April 2026.
Sejumlah pelanggan PLN Batam mengaku pembayaran listrik mereka naik drastis, bahkan mencapai 30 hingga 40 persen dibandingkan tiga bulan sebelumnya.
Salah satu warga Batam Kota mengungkapkan, tagihan listriknya yang biasanya sekitar Rp1,7 juta, tiba-tiba melonjak menjadi Rp2,4 juta di bulan April. Hal serupa juga dialami warga di Batu Aji, yang biasanya membayar Rp600 ribu, kini harus membayar hingga Rp800 ribu, meski merasa tidak ada penambahan penggunaan listrik.
“Kami bersyukur harga BBM tidak naik, tapi justru listrik yang melonjak tinggi. Ini sangat memberatkan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini membuat sebagian masyarakat menduga adanya kenaikan tarif listrik secara diam-diam. Namun, pihak PLN Batam membantah keras tudingan tersebut.
Humas PLN Batam, Yoga, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan kenaikan tarif listrik di Batam. Ia juga memastikan bahwa secara aturan, kenaikan tarif tidak bisa dilakukan tanpa sosialisasi resmi kepada masyarakat.
“Tidak ada kenaikan tarif listrik secara diam-diam. Jika ada lonjakan tagihan, pelanggan bisa mengecek apakah karena pemakaian meningkat atau ada kendala pada alat ukur (kWh meter),” jelasnya seperti dikutip bataminfo, Kamis (9/4/2026).
PLN Batam pun mengimbau masyarakat yang mengalami lonjakan tagihan untuk segera melakukan pengecekan langsung ke kantor layanan terdekat dengan membawa bukti pembayaran.
Beberapa titik layanan yang bisa didatangi antara lain UP3 Batam Center, UP3 Tiban, UP3 Batu Aji, hingga UP3 Nagoya.
Lonjakan tagihan ini pun menjadi perhatian serius, mengingat beban biaya hidup masyarakat tengah meningkat di tengah tekanan ekonomi global. Warga berharap ada transparansi lebih dari pihak terkait agar tidak menimbulkan keresahan yang meluas.






