LenteraKepri.com, Batam — Polsek Bengkong bergerak cepat merespons peringatan cuaca ekstrem yang diprediksi menghantam perairan Batam dalam beberapa hari ke depan. Untuk mencegah jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materi, aparat kepolisian langsung menggelar kegiatan Early Warning System kepada kelompok nelayan di Bengkong.
Kegiatan dipimpin Kapolsek Bengkong Iptu Yuli Endra, didampingi Kanit Intelkam Aiptu Rudy Gustian, S.M, dan Kanit Samapta Aiptu Monang Barus, dengan menggandeng Ketua Nelayan Kecamatan Bengkong, Syarial Edi beserta anggota. Pertemuan berlangsung di Pelabuhan Nelayan Ocarina, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, Rabu (3/12/2025).
“Kami mengimbau seluruh nelayan dan masyarakat Bengkong untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem. Keselamatan adalah prioritas utama,” tegas Iptu Endra.
Cuaca ekstrem yang dimaksud meliputi hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi, dan petir — kondisi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan laut maupun bencana di wilayah pesisir.
Imbauan Resmi Polsek Bengkong untuk Nelayan dan Warga
Dalam kegiatan tersebut, Polsek Bengkong memberikan beberapa instruksi penting:
- Kurangi aktivitas luar ruangan saat cuaca memburuk
- Pengendara motor diminta berteduh di lokasi aman, tidak berlindung di bawah pohon atau tiang listrik
- Kapal dan perahu nelayan wajib melengkapi perlengkapan keselamatan pelayaran seperti life jacket, life craft, dan life buoy
- Nelayan wajib memantau prakiraan cuaca dari sumber resmi sebelum berangkat melaut
Fokus: Cegah Korban Jiwa dan Kerugian
Polsek Bengkong memastikan kegiatan edukasi dan peringatan dini ini bukan hanya seremonial, tetapi tindak lanjut nyata untuk menjaga keselamatan masyarakat pesisir.
Melalui sinergi antara kepolisian, kelompok nelayan, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan masyarakat dapat tanggap bencana dan mengambil langkah pencegahan sejak dini.
“Kami akan terus berkoordinasi dan melakukan pemantauan di lapangan demi keamanan bersama,” tutup Iptu Endra.
Dengan meningkatnya intensitas cuaca ekstrem di wilayah kepulauan, kewaspadaan menjadi kunci untuk memastikan aktivitas melaut tetap aman dan terkendali.






