LenteraKepri.com, Batam – Aksi cepat ditunjukkan oleh Satuan Brimob Polda Kepri dalam menangani musibah pohon tumbang yang menimpa dua rumah warga di Perumahan Cipta Asri Tahap 1, Tembesi, Sagulung, Kota Batam, Selasa (7/4/2026).
Peristiwa tersebut terjadi akibat cuaca buruk disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut. Akibatnya, dua rumah milik Aldi (Blok F No. 42) dan Roni (Blok F No. 43) mengalami kerusakan cukup parah pada bagian atap setelah tertimpa pohon besar.
Mendapat laporan dari masyarakat, Danyon A Pelopor langsung memerintahkan Tim SAR Batalyon A Pelopor untuk bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Sebanyak 11 personel diterjunkan untuk melakukan proses evakuasi. Dengan penuh kehati-hatian, tim memotong dan mengevakuasi batang pohon guna menghindari kerusakan lanjutan serta memastikan keselamatan warga sekitar.
Beruntung, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Namun, kerugian materiil tidak dapat dihindari akibat kerusakan pada bagian rumah warga.
Tak hanya melakukan evakuasi, personel Brimob juga membantu membersihkan sisa ranting dan material pohon yang berserakan di sekitar lokasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan lingkungan kembali aman dan nyaman bagi masyarakat.
Kehadiran Brimob di lokasi mendapat apresiasi tinggi dari warga. Aldi, salah satu korban terdampak, mengaku sangat terbantu dengan respons cepat petugas.
“Alhamdulillah kami langsung dibantu oleh tim Brimob. Mereka sigap memotong dan membersihkan pohon. Terima kasih atas bantuan dan respons cepatnya,” ujarnya.
Sementara itu, melalui Kabid Humas Polda Kepri, Nona Pricillia Ohei, disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Brimob dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Brimob akan selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan kebencanaan, guna memberikan rasa aman dan nyaman.
“Kami harus selalu siap siaga dan hadir membantu masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat seperti ini,” tegasnya.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang belakangan kerap melanda wilayah Batam.






