LenteraKepri.com, Batam – Warga Kota Batam kembali harus mewaspadai kualitas udara pada Selasa (6/10/2026) pagi. Kabut asap terlihat menyelimuti sejumlah kawasan Batam, sementara indeks kualitas udara (AQI⁺) mencapai 129 pada pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan data kualitas udara yang tersedia, angka AQI⁺ 129 masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Polutan utama yang terdeteksi adalah partikulat halus PM2.5 dengan konsentrasi 47 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Kondisi tersebut membuat udara Batam pada pagi hari perlu menjadi perhatian, khususnya bagi masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara.
AQI Batam Tembus 129, PM2.5 Jadi Polutan Utama
Data pada Selasa (6/10/2026) pukul 07.00 WIB mencatat sejumlah parameter kondisi udara Batam.
AQI⁺ berada di angka 129, sementara konsentrasi PM2.5 mencapai 47 µg/m³. Suhu udara tercatat sekitar 28 derajat Celsius, dengan kelembapan 75 persen dan kecepatan angin sekitar 10 kilometer per jam.
Data kualitas udara tersebut berasal dari model berbasis satelit (satellite-derived model).
PM2.5 menjadi perhatian karena partikelnya berukuran sangat kecil sehingga dapat terhirup dan masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Kabut Asap Kembali Selimuti Batam
Kondisi udara yang memburuk juga terlihat dari atmosfer Kota Batam yang tampak berkabut pada pagi hari.
Kabut asap membuat jarak pandang dan kondisi langit terlihat lebih samar di sejumlah kawasan. Masyarakat yang beraktivitas di luar rumah pun diminta lebih memperhatikan kondisi udara, terutama kelompok sensitif.
Kelompok tersebut antara lain masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, anak-anak, lansia, serta orang yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara.
Warga Batam Diminta Kurangi Aktivitas di Luar
Dengan AQI mencapai 129, rekomendasi kesehatan yang diberikan antara lain mengurangi aktivitas atau olahraga di luar ruangan.
Masyarakat juga dianjurkan menutup jendela untuk mengurangi masuknya udara luar yang tercemar ke dalam rumah.
Bagi kelompok sensitif yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang dianjurkan.
Selain itu, penggunaan air purifier di dalam ruangan dapat membantu mengurangi paparan partikulat udara.
Kondisi ini menjadi perhatian karena kualitas udara Batam dalam beberapa hari terakhir kembali menunjukkan adanya peningkatan polusi. Warga diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.






