LenteraKepri.com, Batam – Memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk koperasi dan usaha kecil dan menengah, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Kota Batam, membuka galery di lobi Gedung Kantor DPRD Kota Batam.
Galery produk koperasi dan usaha kecil dan menengah ini diberi nama D’KUMI Galery, singkatan dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro. Galery yang berada di lantai satu Gedung Kantor DPRD Kota Batam itu sudah mulai buka, Selasa (3/11/2026), dan akan segera diresmikan dalam waktu dekat.
Sebagai galery yang mempromosikan aneka produk-produk dari koperasi, usaha kecil, menengah dan mikro di Kota Batam, galery ini memajang berbagai produk, mulai dari pakaian batik, makanan ringan, tas rajut, sepatu, selendang, hiasan dari kulit kerang dan cangkang gonggong, dan lain sebagainya.
“Produk-produk yang dipajang di D’KUMI Galery ini senuanya produk dari UMKM binaan Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam. Tidak ada buatan dari luar,” kata Nila Sari, Owner Nila Hibali, UMKM binaan Dinas KUKM Kota Batam, Rabu (3/11/2026) di D’KUMI Galery.
Ada sekitar 50-an koperasi dan UMKM, kata Nila Sari, yang menjadi binaan dinas, dan berbagai produk mereka dipajang, dipromosikan, dan dijual di D’KUMI Galery D’KUMI Galery ada memajang pakaian batik dengan motif khas Kota Batam, seperti batik bermotif Jembatan Balerang, dan motif Siput Gonggong.
Selain itu juga ada batik tulis dan batik cetak. Baju batik berbagai model dan motif tersebut, ucap Nila Sari, dibuat para pengrajin batik di Kota Batam. Harga, katanya, bervariasi dari Rp300 ribu sampai Rp1,7 juta.
Sementara untuk makanan ringan, tutur dia, semua dijual dalam bentuk kemasan higenis. Ada Kerupuk Atom Ikan Tengiri, Kerupuk Sukun, Sneaker Ubi, Kerupuk Tempe, Kerupuk Gonggong, Stik Keju, Kue Bangkit, Cocies Sukun, dan masih banyak makanan ringan lainnya. Harga snack itu berkisar Rp25 ribu – Rp70 ribu per kemasan.
Tidak saja pakaian, makanan ringan, dan hiasan, D’KUMI nantinya juga akan memajang aneka minuman ringan. Hanya saja, ucap Nila Sari, minuman ringan belum dijual sebab belum ada freezer yang nantinya membutuhkan listrik sebagai pendingin produk minuman kemasan. ***







