LenteraKepri.com, Batam – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Pendidikan Dasar Tingkat Nasional tahun 2026 resmi ditutup.
Dinda Salsa, siswi SDN 15 Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menjadi Juara 3 Nasional FLS3N Tingkat SD 2026, serta memperoleh mendali perunggu pada Lomba Gambar Bercerita.
Dinda Salsa mengungkapkan pengalaman berkesan saat tema lomba baru disampaikan beberapa menit sebelum perlombaan dimulai. Kondisi tersebut menuntutnya untuk segera menyiapkan karya sesuai tema dalam waktu yang tersedia.
“Momen yang paling berkesan bagi saya adalah saat tema lomba gambarnya disebutkan beberapa menit sebelum mulai dan saya harus bisa menyiapkan karya yang sesuai tema dan waktu yang ada,” ujar Dinda.
Menurut Dinda, pengalaman mengikuti kompetisi bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga proses dan keberanian untuk terus berkarya. Ia mengajak peserta lain untuk tidak takut bermimpi, mengembangkan bakat, terus berlatih, dan turut melestarikan seni serta budaya Indonesia.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene, mengatakan ajang ini menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan, menampilkan, dan mengaktualisasikan talenta di bidang seni, budaya, dan sastra. Maria juga menyampaikan apresiasi kepada para siswa/siswi yang telah menjadi finalis FLS3N tingkat nasional.
Ia menilai para murid telah menunjukkan bakat dan talenta yang berperan dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan, termasuk melalui bidang seni dan sastra. Menurut Maria, FLS3N bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang bagi murid untuk menghadirkan karya yang menunjukkan kerja keras, kreativitas, dan cerita dari daerah masing-masing.
“Saya sangat bangga dalam penyelenggaraan kompetisi ini kalian telah menunjukkan bakat-bakat talenta dan kalian yang menjadi ujung tombak utama dalam menjaga kebudayaan dan melestarikan kebudayaan,” ujar Maria, di Jakarta (3/10/2026) pada penutupan FLS3N 2026.
Ia juga mengajak para murid untuk tidak berhenti berkarya setelah kompetisi berakhir. Prestasi yang diperoleh dalam FLS3N diharapkan menjadi bagian dari perjalanan untuk terus mengembangkan kreativitas dan potensi yang dimiliki.
“Jangan hanya sekadar ingin berprestasi tapi juga berkreasi. Jangan pernah berhenti berkarya. Jadikan prestasi ini bukan sebagai garis akhir, tetapi sebagai awal dari perjuangan yang lebih panjang,” lanjutnya.
Seluruh rangkaian FLS3N jenjang pendidikan dasar tingkat nasional 2026 mencakup tujuh cabang ajang untuk murid SD, yaitu Gambar Bercerita, Menyanyi Solo, Kriya, Mendongeng, Menulis Cerita, Pantomim, dan Tari.
Terdapat delapan cabang untuk siswa SMP, yaitu Ansambel Campuran Tiga Alat Musik, Ilustrasi, Kreativitas Musik Tradisional, Mendongeng, Menyanyi Solo, Menulis Cerita, Pantomim, dan Tari.
Lebih lanjut, Kapuspresnas menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat, kreativitas, keberanian, kedisiplinan, dan sportivitas selama mengikuti kompetisi.
Ia menyampaikan para peserta yang meraih penghargaan mendapatkan medali, sertifikat, dan uang pembinaan. Sementara itu, bagi peserta yang belum memperoleh penghargaan, pengalaman mengikuti kompetisi tetap menjadi bagian penting dalam proses belajar, aktualisasi diri, dan perjalanan mengembangkan talenta.
“Penghargaan ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengembangkan talenta. Sementara bagi peserta yang belum memperoleh penghargaan, pengalaman mengikuti kompetisi merupakan bagian penting dari proses belajar, aktualisasi diri, dan perjalanan mengembangkan talenta,” ujar Maria.






