LenteraKepri.com, Batam – Kebijakan pemerintah pusat menghentikan impor beras mulai berdampak ke daerah. Pemerintah Kota Batam memastikan stok beras di wilayahnya saat ini hanya aman hingga Maret 2026, seiring dihentikannya pasokan impor langsung ke Batam.
Meski demikian, Pemko Batam menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Kebutuhan beras selama Ramadan hingga Idulfitri 2026 dipastikan tetap tercukupi melalui pasokan dari Perum Bulog dan jalur distribusi nasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Harian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Suhar, menyampaikan kebijakan tersebut usai rapat koordinasi pengendalian bahan pokok bersama instansi terkait dan Asosiasi Distributor Kota Batam, Rabu (14/1/2026).
“Tidak ada lagi impor beras yang masuk langsung ke Batam. Pasokan beras yang beredar sekarang masuk melalui Jakarta sebagai pusat distribusi nasional,” ujar Suhar usai rapat di Kantor Disperindag Batam.
Stok Beras Premium di Batam
Hasil rapat menyimpulkan stok beras di Batam masih dalam kondisi aman hingga akhir Maret 2026. Dengan perhitungan tersebut, kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan dan perayaan Lebaran dipastikan tetap terjaga tanpa ancaman kelangkaan.
“Stok beras cukup sampai akhir Maret. Artinya Ramadan dan Lebaran aman. Enggak ada cerita beras langka di Batam,” tegas Suhar.
Saat ini, stok beras premium di Batam tercatat sekitar 2.900 ton, sementara beras medium masih ditopang oleh stok pengaman (safety stock) milik Bulog sesuai ketentuan nasional. Namun, Suhar mengakui konsumsi masyarakat Batam masih didominasi beras premium.
“Hampir 80 persen masyarakat Batam mengonsumsi beras premium. Beras medium itu tugas Bulog dan stoknya aman, hanya saja preferensi masyarakat memang ke premium,” jelasnya.
Seiring dihentikannya impor, Pemko Batam bersama pemerintah pusat juga menyiapkan alternatif pasokan berupa sekitar 4.000 ton beras premium. Saat ini, beras tersebut masih dalam tahap pengecekan kualitas oleh Bulog dan distributor sebelum disalurkan ke pasar.
“Kalau kualitasnya masuk dan harganya sesuai secara keekonomian, distributor pasti mau ambil. Ini masih dalam proses,” tambah Suhar.
Harga Beras Mendekati HET
Dari sisi harga, Disperindag Batam memastikan kondisi pasar masih terkendali meski harga beras di lapangan mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET). Saat ini, harga beras premium berada di kisaran Rp 15.400 per kilogram, sementara beras medium sekitar Rp 14.000 per kilogram.
Suhar menegaskan, pihaknya tidak akan ragu menindak tegas pedagang atau distributor yang menjual beras di atas HET atau terbukti melakukan penimbunan.
“Kalau ditemukan harga di atas HET atau ada penimbunan, kami akan turun melakukan penindakan dan memberikan sanksi sesuai aturan,” tegasnya.
Untuk menahan laju kenaikan harga menjelang Ramadan, Pemko Batam juga menyiapkan berbagai bentuk intervensi pasar. Di antaranya melalui operasi pasar murah bersubsidi dan operasi pasar bekerja sama dengan distributor.
Salah satu program yang disiapkan adalah 25 ribu paket sembako, di mana paket senilai Rp 200 ribu dapat ditebus masyarakat hanya dengan Rp 100 ribu.
“Intinya stok aman, harga kita jaga, dan intervensi sudah disiapkan. Masyarakat Batam tidak perlu khawatir,” tutup Suhar.







