HPN 2026, PWI Batam Audiensi ke KSOP: Bahas Batas Kewenangan dan Peran Pers

oleh -
HPN 2026, PWI Batam Audiensi ke KSOP: Bahas Batas Kewenangan dan Peran Pers
Jelang HPN 2026, PWI Batam audiensi dengan KSOP Khusus Batam, Senin (26/1/2026) (dok pwi batam)

LenteraKepri.com, Batam – Momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dimanfaatkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Batam untuk memperkuat pemahaman dan komunikasi dengan instansi pemerintah. Hal itu ditandai dengan audiensi PWI Batam bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Khusus Batam, Senin (26/1/2026).

Audiensi tersebut berlangsung di Kantor KSOP Kelas II Khusus Batam dan dihadiri Ketua PWI Batam Khafi Anshary beserta jajaran pengurus. PWI Batam diterima langsung oleh Kepala KSOP Khusus Batam Takwim Masuku, didampingi sejumlah pejabat KSOP, di antaranya Hendra Sucipto, Rangga Dwi Putra, Luderwijk, dan Syahrul Bahri.

Ketua PWI Batam Khafi Anshary mengatakan, audiensi tersebut menjadi bagian dari refleksi PWI Batam dalam memaknai HPN 2026, khususnya dalam meningkatkan kualitas jurnalistik dan hubungan kemitraan dengan lembaga pemerintah.

“Momentum HPN ini kami maknai sebagai momen introspeksi diri, sekaligus membuka ruang untuk menerima masukan dan kritik terhadap kinerja wartawan selama ini,” ujar Khafi.

Dalam pertemuan itu, salah satu topik utama yang dibahas adalah pemahaman mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) KSOP Khusus Batam, yang dinilai masih kerap disalahpahami oleh sebagian wartawan dalam praktik peliputan.

Kepala KSOP Khusus Batam Takwim Masuku menjelaskan bahwa kewenangan KSOP berfokus pada keselamatan dan keamanan kapal yang sedang berlayar di laut. Sementara untuk kejadian atau aktivitas di darat, bukan menjadi ranah kewenangan KSOP.

“Semua yang berkaitan dengan keselamatan pelayaran di laut adalah tanggung jawab KSOP. Namun jika sudah berada di darat, itu bukan lagi kewenangan kami,” jelas Takwim.

Ia mencontohkan, dalam sejumlah kasus kecelakaan kapal yang terjadi di kawasan industri, termasuk insiden ledakan kapal di PT ASL, KSOP sering menerima permintaan konfirmasi dari wartawan meski peristiwa tersebut berada di luar kewenangan langsung KSOP.

Meski demikian, Takwim menyebut pihaknya tetap berupaya memberikan penjelasan sebatas informasi yang dimiliki sebagai bentuk keterbukaan dan menjaga komunikasi yang baik dengan insan pers.

Melalui audiensi tersebut, PWI Batam dan KSOP Khusus Batam sepakat pentingnya sinergi dan komunikasi yang tepat antara pers dan institusi pemerintah, agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat, berimbang, dan sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak.

PWI Batam berharap, pertemuan ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan pemahaman wartawan dalam melakukan konfirmasi dan peliputan, sekaligus memperkuat profesionalisme pers di Kota Batam.

No More Posts Available.

No more pages to load.